Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Perusahaan Singapura Berencana Caplok 27,83% Saham SPRE

        Perusahaan Singapura Berencana Caplok 27,83% Saham SPRE Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Perusahaan asal Singapura, Saiko Consultancy Pte. Ltd., resmi mengumumkan rencana pengambilalihan saham PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE). 

        "Sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 4 ayat (1) Peraturan OJK No. 9/POJK.04/2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka, dengan ini kami menyampaikan pemberitahuan atas rencana Saiko Consultancy Pte. Ltd., suatu perseroan terbatas yang berdiri berdasarkan hukum Republik Singapura (Pembeli), untuk melakukan pengambilalihan saham PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk," kata Direktur Saiko Consultancy, Mark Leong Kei Wei. 

        Pengambilalihan tersebut akan dilakukan dari Rizet Ramawi selaku pemegang saham Pengendali Perseroan. Saham yang akan diambil alih mewakili sebanyak 27,83% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh yang saat ini dimiliki oleh Rizet Ramawi.

        Menurut Mark, langkah korporasi ini memiliki tujuan strategis bagi ekspansi bisnis perusahaan. "Tujuan dilaksanakannya rencana pengambilalihan ini adalah untuk menunjang strategi pengembangan usaha serta memperluas kegiatan bisnis dari pembeli sebagai bagian dari rencana ekspansi korporasi," ujar Mark.

        Baca Juga: Asing Pilih Jualan Rp710,51 Miliar Kala IHSG Cetak Rekor, 10 Saham Ini Dilepas!

        Saat ini, proses negosiasi masih berlangsung secara langsung antara pembeli dan penjual. Sejumlah aspek utama masih dalam tahap pembahasan, termasuk penetapan nilai akhir transaksi serta jadwal penyelesaian Rencana Pengambilalihan.

        Lebih lanjut, Mark menegaskan bahwa pada saat informasi ini diumumkan, pihaknya belum memiliki kepemilikan saham SPRE, baik secara langsung maupun tidak langsung.

        Apabila transaksi akuisisi rampung, Saiko Consultancy Pte. Ltd. sebagai calon pengendali baru Perseroan akan melaksanakan penawaran tender wajib sesuai dengan ketentuan POJK No. 9/2018.

        Baca Juga: DEWA Amankan Perpanjangan Kontrak Tambang Rp10,5 Triliun dengan Arutmin

        "Pelaksanaan rencana pengambilalihan maupun penawaran tender wajib akan dijalankan dengan tunduk pada seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk regulasi di bidang pasar modal," pungkas Mark. 

        Sementara itu, saham SPRE pada perdagangan Senin (19/1) terpantau ditutup menguat 9,88% ke level Rp356. Dalam sepekan, sahamnya menanjak 31,85% dan melesat 69,52% sepanjang sebulan terakhir. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: