Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kembali Dicalonkan Jadi Deputi, Siapa Dicky Kartikoyono Pejabat BI Berharta Rp8,39 Miliar?

        Kembali Dicalonkan Jadi Deputi, Siapa Dicky Kartikoyono Pejabat BI Berharta Rp8,39 Miliar? Kredit Foto: Fajar Sulaiman
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Prabowo Subianto mengajukan tiga nama calon pengganti Juda Agung yang mengundurkan diri dari jabatan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Salah satu nama yang diusulkan adalah Dicky Kartikoyono, pejabat internal BI yang saat ini menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran sejak 2023.

        Pengajuan nama tersebut menempatkan Dicky kembali dalam bursa calon Deputi Gubernur BI. Proses seleksi selanjutnya akan dilanjutkan melalui mekanisme uji kepatutan dan kelayakan di DPR RI.

        Dicky Kartikoyono lahir di Jakarta pada 1967. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di bidang Akuntansi di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) YAI pada 1994. Dicky kemudian melanjutkan pendidikan ke George Washington University, Amerika Serikat, dan meraih gelar Master Project Management pada 1999.

        Baca Juga: Selain Keponakan Prabowo, Ini Nama-nama Calon Deputi BI

        Karier Dicky di Bank Indonesia dimulai pada 1995. Sebelum menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran, ia pernah menduduki sejumlah posisi strategis, antara lain Kepala Departemen Manajemen Strategis dan Tata Kelola pada 2022–2023 serta Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia di London pada 2020–2022.

        Di tengah proses pencalonan tersebut, laporan harta kekayaan Dicky Kartikoyono turut menjadi perhatian publik. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Tahun 2024, total harta kekayaan bersih Dicky tercatat sebesar Rp8,39 miliar.

        Baca Juga: Segini Harta Thomas Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Jadi Calon Deputi BI

        Komposisi kekayaan Dicky didominasi oleh aset tanah dan bangunan dengan nilai mencapai Rp6,72 miliar. Aset properti tersebut tersebar di wilayah Tangerang Selatan dan Bandung, dan seluruhnya dilaporkan diperoleh dari hasil sendiri. Salah satu aset terbesar berupa tanah di Tangerang Selatan dengan nilai Rp3,5 miliar.

        Selain aset properti, Dicky melaporkan kepemilikan alat transportasi dan mesin senilai Rp686 juta. Kendaraan yang tercatat dalam LHKPN mencakup dua unit mobil, yakni Honda HR-V tahun 2023 dan BMW 320 tahun 2018, serta dua sepeda motor, yaitu Honda Beat dan Vespa Primavera.

        Dicky juga mencatat kepemilikan harta bergerak lainnya dengan nilai Rp552,5 juta, yang mencakup barang-barang bernilai seperti perabot dan aset pribadi non-kendaraan. Dari sisi likuiditas, kas dan setara kas yang dimiliki tercatat sebesar Rp781,5 juta.

        Dalam laporan kekayaannya, Dicky tidak mencatat kepemilikan surat berharga seperti saham atau obligasi. Sementara itu, total utang yang dimilikinya tercatat sebesar Rp347,2 juta, relatif kecil dibandingkan total aset yang dilaporkan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Cita Auliana
        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: