- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Kinerja Anak Usaha Solid, COIN Tahan Eksekusi Dana IPO Rp220,58 Miliar
Kredit Foto: Istimewa
PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) menegaskan komitmennya menerapkan prinsip kehati-hatian dalam mengelola dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (IPO). Sikap ini diambil seiring kondisi fundamental dan posisi keuangan anak usaha yang dinilai masih sangat solid, sehingga Perseroan memiliki ruang fleksibilitas dalam menentukan waktu realisasi dana.
Seperti diketahui, COIN berhasil menghimpun dana segar sebesar Rp220,58 miliar dari IPO yang digelar pada 9 Juli 2025. Dana tersebut sedianya dialokasikan untuk memperkuat belanja modal dua anak perusahaan, yakni Bursa Kripto PT Central Finansial X (CFX) sebesar Rp175,99 miliar dan Lembaga Kustodian PT Kustodian Koin Indonesia (ICC) senilai Rp31,05 miliar. Namun hingga saat ini, dana tersebut belum direalisasikan dan masih ditempatkan pada instrumen perbankan yang aman, seperti deposito dan giro.
Direktur Utama PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN), Ade Wahyu, menjelaskan bahwa keputusan menunda penggunaan dana IPO merupakan bagian dari strategi adaptif Perseroan dalam menyikapi dinamika industri aset kripto yang bergerak cepat. Kondisi fundamental CFX dan ICC yang tetap kuat turut menjadi pertimbangan utama.
Baca Juga: BEI Ungkap 5 Perusahaan Beraset Jumbo Bakal IPO
“Kami juga melihat fundamental dan posisi keuangan anak perusahaan kami, yakni Bursa CFX dan ICC sebagai bursa dan kustodian aset kripto pertama yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berada dalam posisi yang kuat. Untuk itu, kami akan mengamati situasi dan perkembangan pasar terlebih dahulu, sebelum menggunakan dana IPO,” kata Ade.
Menurutnya, likuiditas internal yang solid di kedua entitas tersebut membuat Perseroan belum perlu melakukan injeksi modal dalam waktu dekat. Fleksibilitas ini memberi ruang bagi COIN untuk memilih momentum paling tepat agar pemanfaatan dana dapat lebih optimal.
Baca Juga: BEI Tegaskan Demutualisasi Tak Sama dengan IPO
“Kami meyakini, strategi yang penuh kehati-hatian ini diambil agar penggunaan dana IPO menjadi lebih efisien, tepat sasaran, dan memberikan dampak multiplier yang maksimal bagi rencana jangka panjang Perseroan,” imbuh Ade.
Ke depan, Perseroan memastikan akan terus memantau perkembangan pasar dan arah industri aset kripto yang dinamis. Realisasi dana IPO akan dilakukan pada waktu yang dianggap paling strategis, dengan tujuan mendukung ekspansi bisnis sekaligus menciptakan nilai tambah yang optimal bagi seluruh pemegang saham.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri