Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Saham-Saham Ini Bisa Jadi Korban Keganasan MSCI

        Saham-Saham Ini Bisa Jadi Korban Keganasan MSCI Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Prasetya Gunadi, menilai sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) berisiko terdampak dalam penyesuaian indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) Indonesia pada periode mendatang, baik di kategori Global Standard maupun Small Cap. Risiko tersebut berpotensi memicu arus keluar dana asing seiring dengan rebalancing indeks global.

        Menurut Prasetya, saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) menjadi salah satu emiten yang perlu dicermati di segmen MSCI Indonesia Global Standard. Emiten sektor konsumer itu memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$3,68 miliar dengan porsi free float sebesar 49,9%.

        Dalam skenario penyesuaian indeks, potensi arus keluar dana asing dari saham INDF diperkirakan berada di kisaran US$180 juta hingga US$300 juta, seiring dengan penyesuaian portofolio investor berbasis indeks.

        “Potensi arus keluar dana asing dari saham-saham tersebut perlu dicermati investor, terutama menjelang periode pengumuman dan implementasi indeks,” kata Prasetya dalam risetnya, dikutip Rabu (21/1/2025).

        Baca Juga: Menanti MSCI, Saham Calon Penghuni Tergelincir

        Selain saham berkapitalisasi besar, Prasetya juga mencatat tekanan berpotensi membayangi emiten yang masuk dalam radar MSCI Indonesia Small Cap. Beberapa saham yang disebut berpeluang terdampak antara lain PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES), dan PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO).

        Untuk kelompok saham tersebut, potensi arus keluar dana asing diperkirakan berada di kisaran US$18 juta hingga US$30 juta per saham, bergantung pada bobot indeks dan tingkat likuiditas masing-masing emiten. Saham-saham dengan nilai transaksi harian rata-rata (average daily trading value/ADTV) yang relatif terbatas dinilai lebih rentan mengalami tekanan harga apabila terjadi aksi jual investor institusional.

        Seiring meningkatnya kewaspadaan pelaku pasar terhadap risiko rebalancing MSCI, sejumlah saham yang disebut berpotensi terdepak dari indeks global tersebut bergerak melemah pada perdagangan Rabu (21/1/2026).

        Baca Juga: MSCI Ubah Metodologi, Dana Rp33,8 Triliun Terancam Keluar dari Pasar Modal Indonesia

        Berdasarkan data penutupan BEI, saham AALI ditutup melemah 2,61% ke level Rp7.450 dari sebelumnya Rp7.650. Saham ACES turun 1,44% ke level Rp412 dari Rp418. Tekanan juga dialami CLEO yang terkoreksi 2,16% ke posisi Rp454 dari Rp464.

        Sementara itu, saham INDF dan MIDI ditutup stagnan. INDF bertahan di level Rp6.700, sedangkan MIDI tidak bergerak dari posisi Rp354.

        Sebagai informasi, MSCI merupakan penyedia indeks global yang menjadi acuan utama bagi manajer investasi internasional, terutama dana pasif dan reksa dana berbasis indeks. Perubahan komposisi indeks MSCI kerap diikuti penyesuaian portofolio secara otomatis oleh investor global, baik berupa arus masuk maupun arus keluar dana.

        Sepanjang 2026, MSCI menjadwalkan empat kali peninjauan utama terhadap konstituen indeksnya. Untuk rebalancing MSCI Februari 2026, pengumuman hasil evaluasi dijadwalkan pada 10 Februari 2026, sementara perubahan komposisi indeks akan berlaku efektif mulai 2 Maret 2026.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Uswah Hasanah
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: