Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Abaikan Sentimen FTSE, IHSG Hari Ini Ditutup Meroket 1,24% ke Level 8.131

Abaikan Sentimen FTSE, IHSG Hari Ini Ditutup Meroket 1,24% ke Level 8.131 Kredit Foto: Uswah Hasanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap menunjukkan ketangguhan di tengah sentimen global. Pada penutupan perdagangan, Selasa (10/2/2026), IHSG tercatat meroket 99,86 poin atau setara 1,24% ke level 8.131,73, meski FTSE Russell menunda evaluasi indeks Maret 2026 untuk saham-saham Indonesia.

Pergerakan saham juga didominasi oleh rapor hijau. Terpantau sebanyak 556 saham menguat, sementara 144 saham melemah dan 116 saham lainnya stagnan. 

Hingga sore ini, IHSG sudah mencatatkan volume transaksi 45,61 miliar lembar saham dengan frekuensi 2.446.516 kali. Adapun nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp20,27 triliun. 

Baca Juga: FTSE Tunda Review Indeks Maret 2026, Lampu Kuning Pasar Modal RI

PT Vastland Indonesia Tbk (VAST) menjadi saham top gainers dengan kenaikan tajam 34,65% ke level Rp171. Diikuti PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) yang melesat 25% ke Rp650 dan PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) yang melejit 25% ke Rp380. 

Jajaran top losers diisi PT Mega Perintis Tbk (ZONE) yang terperosok 10,34% ke Rp520, PT Grand House Mulia Tbk (HOMI) yang ambles 9,89% ke Rp328 dan PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk (PDES) yang melorot 7,63% ke Rp545. 

Saham terlaris hari ini adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan nilai transaksi Rp2,52 triliun. Disusul PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp951,34 miliar dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) senilai Rp896,19 miliar. 

Baca Juga: FTSE Russell Tunda Rebalancing Saham Indonesia hingga Juni 2026

Sebelumnya, FTSE Russell resmi mengumumkan penundaan peninjauan ulang (index review) saham Indonesia yang dijadwalkan pada Maret 2026. Penundaan ini terjadi di tengah proses reformasi pasar modal nasional serta ketidakpastian dalam penentuan porsi free float emiten domestik.

Menanggapi hal tersebut, Bursa Efek Indonesia menyatakan telah melakukan pertemuan dengan FTSE Russell. Hasilnya, penyedia indeks global tersebut memberikan dukungan terhadap berbagai langkah reformasi yang sedang dijalankan oleh otoritas pasar modal Indonesia.

Pejabat sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyampaikan bahwa respons FTSE cukup positif terhadap rencana aksi yang digagas bersama Otoritas Jasa Keuangan dan self-regulatory organization (SRO).

“FTSE memberikan support atas rencana aksi yang sedang dilakukan oleh BEI bersama dengan OJK dan SRO,” ujar Jeffrey kepada wartawan, Selasa (10/2/2026).

Baca Juga: Soroti Reformasi Pasar, FTSE Russell Tunda Peninjauan Indeks Saham Indonesia

Meski demikian, FTSE tetap menekankan pentingnya konsistensi dalam pelaksanaan kebijakan sesuai jadwal yang telah disampaikan.

“Mereka menekankan pada implementasinya agar sesuai dengan timeline yang sudah disampaikan,” imbuhnya.

BEI pun menilai sikap tersebut sebagai sinyal positif. Dukungan FTSE dianggap mencerminkan kepercayaan terhadap upaya perbaikan infrastruktur serta stabilitas pasar modal Indonesia.

“Kami tentu mengapresiasi dukungan dari FTSE. Kita juga dapat memahami bahwa FTSE juga tidak menyampaikan concern terkait country classification,” ujar Jeffrey.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Bagikan Artikel: