Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Harga Ngacir, 4 Saham Emiten Ini Dihentikan Sementara

        Harga Ngacir, 4 Saham Emiten Ini Dihentikan Sementara Kredit Foto: Unsplash/Chris Liverani
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan menghentikan sementara perdagangan sejumlah saham mulai 22 Januari 2026. Langkah ini diambil menyusul lonjakan harga kumulatif yang dinilai signifikan dalam waktu singkat.

        "Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA), dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) pada tanggal 22 Januari 2026," kata Kepala Divisi Pengawasan Transaksi, Yulianto Aji Sadono.

        Pada perdagangan Rabu (21/1), saham PBSA ditutup melonjak 9,80% ke level Rp2.690. Dalam sepekan, saham ini telah melesat 25,12%, sementara secara bulanan kenaikannya mencapai 84,25%.

        Baca Juga: Tender Wajib Saham SGRO, Entitas POSCO Siapkan Dana Rp4,9 Triliun

        Selain PBSA, BEI juga melakukan suspensi terhadap beberapa saham lain yang mencatatkan kenaikan harga ekstrem. Saham PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) ditutup meroket 34,46% ke Rp199, dengan lonjakan 80,91% dalam sepekan dan 180,28% dalam sebulan.

        PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP) juga melesat 24,66% ke Rp910, setelah menguat 38,93% dalam sepekan dan 163,01% dalam sebulan. Sementara itu, saham PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk (ENZO) menguat 9,30% ke Rp94, dengan kenaikan bulanan mencapai 95,83%.

        Yulianto menegaskan, penghentian sementara perdagangan dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai. "Penghentian sementara perdagangan saham tersebut dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya," ujarnya.

        Baca Juga: Dana Asing Kabur Rp1,9 Triliun, Saham-saham Ini Dijual

        Yulianto juga mengimbau seluruh pihak yang berkepentingan agar senantiasa memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh masing-masing Perseroan sebelum mengambil keputusan investasi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: