- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Bidik Pendapatan 200%, Folago (IRSX) Teken MOU Co-Investasi Film dengan RAAM hingga Visinema
Kredit Foto: Annisa Nurfitri
PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) melalui unit bisnisnya Folago Pictures menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) kerja sama co-investment untuk lebih dari 10 proyek film layar lebar bersama sejumlah studio film nasional. Penandatanganan dilakukan sebagai bagian dari strategi perseroan membidik pertumbuhan pendapatan hingga 200% pada 2026.
Kerja sama tersebut melibatkan sejumlah rumah produksi besar, antara lain Visinema Pictures, MVP Pictures, VMS Pictures, Tiger Wong Entertainment, dan KUY STUDIO. Proyek film yang disepakati akan diproduksi secara bertahap sepanjang 2026 melalui skema co-investment dengan pendekatan asset-light.
Direktur Utama IRSX Subioto Jingga mengatakan, strategi ini dirancang untuk membangun ekosistem hiburan jangka menengah dengan struktur bisnis yang berkelanjutan.
Baca Juga: Konser Brian McKnight Dongkrak Pendapatan IRSX
“Folago hadir sebagai mitra yang berdiri di belakang para studio dan kreator menyediakan modal, struktur bisnis, dan akses distribusi agar setiap proyek dapat tumbuh secara berkelanjutan. Ini bukan taruhan pada satu konten, melainkan pembangunan platform hiburan jangka panjang,” ujar Subioto, di Jakarta pada Kamis (22/1/2026).
Acara penandatanganan MOU dihadiri oleh para pimpinan dan pengambil keputusan dari masing-masing mitra, di antaranya Angga Dwimas Sasongko (Visinema Pictures), Raam Punjabi dan Vikas Chand Sharma (MVP Pictures), Baim Wong (Tiger Wong Entertainment), Sean Gelael (KUY STUDIO), serta Tony Ramesh (VMS Pictures).
Manajemen IRSX menjelaskan, skema co-investment memungkinkan perseroan berbagi risiko dengan mitra studio sekaligus membangun pipeline konten yang terdiversifikasi. Dalam kerja sama ini, Folago tidak berperan sebagai rumah produksi yang mengelola proses kreatif secara langsung, melainkan sebagai penyedia modal dan mitra distribusi.
Baca Juga: Targetkan Dana Segar Rp3,71 Triliun, IRSX Patok Harga Pelaksanaan Rp300 per Saham
Melalui struktur tersebut, perseroan membuka sejumlah jalur monetisasi, mulai dari pendapatan box office, hak distribusi domestik dan internasional, lisensi over-the-top (OTT), hingga brand integration. Skema ini juga dirancang untuk menghasilkan arus pendapatan berulang yang tidak bergantung pada satu jenis kanal.
IRSX menargetkan lebih dari 10 film layar lebar masuk dalam pipeline produksi sepanjang 2026. Proyek-proyek tersebut akan dikerjakan bersama studio mitra sesuai kesepakatan masing-masing, dengan pembagian peran yang telah diatur dalam MOU.
Selain sektor film, Folago menyebut strategi ini menjadi bagian dari pengembangan ekosistem hiburan terintegrasi yang mencakup konten digital, live entertainment, ekonomi talenta, dan pemanfaatan teknologi sebagai penunjang distribusi dan monetisasi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri