Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Menteri PPPA Dorong Penyediaan Posko Ramah Perempuan dan Anak Korban Tanah Longsor

        Menteri PPPA Dorong Penyediaan Posko Ramah Perempuan dan Anak Korban Tanah Longsor Kredit Foto: Instagram @kemenpppa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mendorong penyediaan posko aman dan ramah perempuan serta anak bagi korban bencana tanah longsor di Dusun Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

        Hal tersebut disampaikan Menteri PPPA saat mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, meninjau posko bencana tanah longsor pada Minggu (25/1/2026).

        Baca Juga: Solusi Purbaya Agar Pegawai Kemenkeu Tak Lagi Cari Pendapatan di Luar Hak

        Selain itu, dirinya juga menekankan pentingnya data terpilah agar memudahkan tindak lanjut, terutama terkait jumlah perempuan, anak-anak, lansia, ibu menyusui, dan ibu hamil. 

        "Kami juga meminta agar keamanan toilet serta ketersediaan penerangan di posko benar-benar dipastikan," imbuhnya, dikutip dari siaran pers Kemen PPPA, Senin (26/1).

        Selain meninjau fasilitas posko, Menteri PPPA juga berdialog langsung dengan para penyintas bencana. Dari hasil dialog tersebut, Menteri PPPA menegaskan bahwa dukungan psikososial dan trauma healing menjadi kebutuhan mendesak.

        “Pendampingan layanan dukungan psikososial akan kami prioritaskan, kami akan bekerja sama juga dengan berbagai mitra untuk melakukan trauma healing. Dari dialog yang kami lakukan, kejadian ini meninggalkan luka mendalam, terutama bagi keluarga yang anggotanya masih belum ditemukan,” tutur Menteri PPPA.

        Lebih lanjut, Menteri PPPA juga mengimbau masyarakat di pengungsian untuk tidak ragu melapor apabila melihat, mendengar, atau mengalami tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak. Laporan dapat disampaikan melalui layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129 atau WhatsApp 08111-129-129.

        Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno menyampaikan duka cita mendalam atas bencana yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat. Menurutnya, pemerintah saat ini memprioritaskan penyelamatan jiwa sebagai langkah utama.

        “Kedua adalah penanganan korban, mulai dari identifikasi sampai penyerahan korban jenazah kepada keluarga secara bermartabat, perlindungan pengungsi, pelayanan pengungsi, dan yang penting lagi adalah pencegahan bencana susulan,” ujar Menko PMK.

        Menko PMK menjelaskan bahwa penanganan longsor dilakukan melalui lima klaster, yakni pencarian dan penyelamatan, kesehatan, logistik, perlindungan sosial, dan infrastruktur. Seluruh unsur pemerintah pusat dan daerah, Tentara Negara Indonesia, Kepolisian Republik Indonesia (Polri), serta relawan terus berkoordinasi di lapangan.

        “Tadi Bapak Wakil Presiden sudah membahas dengan Wakil Gubernur Jawa Barat dan Bupati Bandung Barat mengenai rencana relokasi untuk menghindari dampak susulan. Identifikasi lahan dan lain-lain tadi sudah diminta untuk segera dilakukan,” kata Menko PMK.

        Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Mohammad Syafii menambahkan upaya pencarian dan penyelamatan korban tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat dilakukan dengan menggunakan dua unsur, yaitu udara dan darat.

        “Unsur udara melibatkan sarana drone, yang sudah terdata ada 12 drone yang akan kita operasikan. Lalu unsur darat mulai dari personil sampai ke alat berat sudah juga tergelar. Namun, untuk alat berat memang belum bisa langsung kita masukkan karena memang kondisi struktur longsoran masih dalam bentuk seperti bubur pasir sehingga operasi pencarian dan penyelamatan dilakukan secara bertahap,” jelas Syafii.

        Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, menyampaikan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah menetapkan status tanggap darurat. Dengan demikian, pemerintah pusat di bawah arahan Menko PMK dan BNPB mengambil alih fungsi komando penanganan darurat.

        Selain fokus pada pencarian dan penyelamatan, BNPB juga menangani kebutuhan masyarakat yang kehilangan tempat tinggal.

        “Pemerintah pusat lewat BNPB akan mendukung sepenuhnya terkait kebutuhan masyarakat yang terdampak sampai kondisi betul-betul pulih. Untuk masyarakat yang tinggal di tempat-tempat pengungsian ada dua pilihan apakah mereka nanti dibuatkan hunian sementara atau mereka tinggal di sanak saudaranya,” pungkas Suharyanto.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: