- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
IHSG Hari Ini Dibuka Loyo Usai Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka loyo ke level 8.974,56 pada perdagangan Selasa, 27 Januari 2026, usai Wakil Menteri Keuangan sekaligus keponakan Presiden Prabowo, Thomas Djiwandono dipilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Merujuk data RTI pada pukul 09.01 WIB, IHSG masih turun 36,46 poin atau 0,41% ke level 8.938,87. Pergerakan saham pada awal perdagangan hari ini turut didominasi tren negatif. Sebanyak 250 saham bergerak merosot, 222 saham menanjak dan 180 saham mendatar.
Per pagi hari ini, IHSG sudah memperjualbelikan 2,01 miliar lembar saham dengan frekuensi 146.507 kali. Adapun nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp1,08 triliun.
Baca Juga: Net Buy Rp422,21 Miliar, Asing Serok Saham-saham Ini
PT Paragon Karya Perkasa Tbk (PKPK) menjadi saham top losers dengan koreksi -13,33% ke level Rp2.080. Disusul PT Rotaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) yang melemah -13,26% ke Rp1.570 dan PT Makmur Berkah Amanda Tbk (AMAN) yang anjlok -10,29% ke Rp244.
Di jajaran top gainers ada PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) yang meroket 24,60% ke Rp785, PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) yang melejit 23,81% ke Rp312 dan PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) yang terbang 20% ke Rp6.600.
Baca Juga: Jadi Deputi BI, Thomas Djiwandono Dorong Sinergi Fiskal-Moneter Baru
Sebelumnya, Komisi XI DPR RI secara resmi menetapkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI pengganti Juda Agung.
Keputusan tersebut disampaikan Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun usai Thomas menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) pada Senin sore (26/1/2026). Penetapan dilakukan melalui mekanisme musyawarah mufakat dalam rapat internal Komisi XI.
“Bahwa yang diputuskan menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia pengganti Bapak Juda Agung yang mengundurkan diri adalah Bapak Thomas AM Djiwandono,” kata Misbakhun.
Misbakhun menambahkan, hasil keputusan tersebut akan dibawa ke rapat paripurna DPR RI untuk mendapatkan pengesahan pada Selasa (27/1/2026).
Ia menjelaskan, salah satu pertimbangan utama penunjukan Thomas adalah karena sosoknya dinilai dapat diterima oleh seluruh fraksi partai politik di DPR RI, sekaligus mampu memaparkan pentingnya sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal secara komprehensif.
“Dan bagaimana membangun kelincahan dalam proses pengambilan keputusan ini. Dan menurut saya memang itu isu yang sedang kuat saat ini. Bagaimana membangun sinergi yang saling menguatkan antara monetary policy dan fiscal policy,” ujarnya
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: