Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kristalin Group Targetkan Seratus Excavator, Dukung Pembangunan Papua dan Sulawesi di 2026

        Kristalin Group Targetkan Seratus Excavator, Dukung Pembangunan Papua dan Sulawesi di 2026 Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Kristalin Ekalestari bersama PT Cidata Mining Servis (CMS) menambah armada alat berat untuk mendukung pembangunan wilayah dari Papua dan Sulawesi. Perusahaan menargetkan pengadaan hingga seratus unit excavator sepanjang tahun 2026.

        Perusahaan yang bergerak di bidang sewa alat berat dan konstruksi ini mulai memperluas bisnisnya pada tahun ini dengan fokus mendukung pembangunan infrastruktur dan penguatan perekonomian daerah di Papua Tengah, Papua Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara dan Sulawesi Tenggara.

        Baca Juga: Harta Karun Baru Freeport di Papua 'Kucing Liar' Bakal Dikeruk 2030

        General Manager Cidata Mining Servis, Ahmad Riza Driyasyuman mengatakan penambahan armada ini merupakan bentuk kontribusi pihaknya terhadap pembangunan wilayah dari Papua dan Sulawesi.

        “Kami menargetkan seratus unit alat berat pada 2026. Namun kami optimistis lima puluh hingga enam puluh unit dapat terealisasi untuk sektor konstruksi serta pertambangan emas dan nikel,” ujar Riza di Jakarta, Senin (26/1/2026).

        Ia menjelaskan, hingga awal tahun ini sebanyak empat puluh delapan unit excavator telah siap beroperasi di Papua dan Sulawesi. Selain layanan penyewaan alat berat, perusahaan juga menyediakan jasa sewa kendaraan double gardan untuk mendukung operasional proyek konstruksi.

        Adapun Direktur Utama Kristalin Ekalestari, Andito Prasetyowan, menilai kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk mendorong pembangunan ekonomi, khususnya di Provinsi Papua Tengah.

        “Kolaborasi ini tidak hanya untuk kepentingan bisnis internal grup, tetapi juga untuk pengembangan wilayah, termasuk eksplorasi dan eksploitasi yang berdampak pada pemberdayaan masyarakat lokal,” kata Andito.

        Menurutnya, pembangunan dalam wilayah terkait membawa dua dampak utama, yakni terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat setempat serta peningkatan kontribusi perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

        Andito menambahkan, penambahan armada alat berat juga akan diikuti dengan program pelatihan bagi putra-putri daerah terkait melalui kolaborasi dengan pemerintah dan perguruan tinggi. Pelatihan tersebut diharapkan dapat mencetak operator alat berat yang kompeten dari masyarakat lokal.

        Baca Juga: Meski Produksi Papua Terhambat, Laba Freeport Naik 16,7% di 2025

        “Jika memenuhi kriteria, mereka bisa mengoperasikan alat berat yang didukung CMS. Dampak lanjutannya tentu membuka lebih banyak lapangan kerja baru,” ujarnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: