Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        APLSI Soroti 75% RUPTL Dibangun Swasta

        APLSI Soroti 75% RUPTL Dibangun Swasta Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Asosiasi Produsen Listrik Swasta (APLSI) Ronald Sinaga menjabarkan poin krusial yang jadi pertimbangan pihak swasta ikut mengembangkan RUPTL PLN 2025-2034. Sebagaimana diketahui, dalam 10 tahun ke depan Pemerintah dan PLN menetapkan penambahan tenaga listrik sebesar 69,5 Giga Watt dengan porsi swasta sebesar 75%.

        Wakil Ketua Umum APLSI Ronald Sinaga mengutarakan poin pertama tetap pada sisi keuntungan. Pasalnya, sebagai entitas bisnis, pihak swasta memiliki kalkulasi risiko yang berbeda dengan pemerintah maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mengeksekusi sebuah proyek infrastruktur energi.

        "Jadi kami mewakili swasta juga sebenarnya kan memang sudut pandangnya berbeda dengan pemerintah ataupun BUMN ya kalau ada projek, ada profitnya bisa kita terima risk-nya, kita eksekusi ya kan. Kalau tidak ya kami mohon maaf mundur dulu," tegas Ronald dalam diskusi INDEF, Selasa (27/1/2026).

        Baca Juga: Wamen ESDM: Pembayaran Kompensasi BBM dan Listrik Kini Cair Tiap Bulan

        Selain faktor keuntungan, Ronald menyoroti tantangan teknis terkait akses jaringan (grid access). Ia mencatat banyak potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) berada di lokasi terpencil, jauh dari pusat beban (demand center), yang meningkatkan risiko keterlambatan pembangunan transmisi.

        Hal ini berimbas langsung pada kepercayaan lembaga pembiayaan. Ronald menyebutkan bahwa kepastian jaringan adalah kunci agar proyek bersifat bankable.

        "Enggak ada lembaga financing yang mau ambil risiko delay," tambah Ronald.

        Baca Juga: Penjualan Listrik Hijau PLN Naik 19,65% di 2025

        Meskipun mengedepankan kalkulasi bisnis, APLSI menyatakan komitmennya untuk mengawal agenda transisi energi nasional. Namun, Ronald mengingatkan bahwa langkah besar tersebut tidak boleh dilakukan secara gegabah dan harus memperhatikan kesiapan infrastruktur pendukung.

        "APLSI siap berdiri bersama dengan pemerintah PLN dan juga stakeholders untuk mengubah impian kita tentang transisi ini menjadi kalau saya bilang Megawatt Megawatt yang bernilai gitu Pak," tutupnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: