Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Rugi Rp1,9 Triliun, Bos PMMP Ungkap Pesanan AS-Jepang Jadi Penopang Bisnis

Rugi Rp1,9 Triliun, Bos PMMP Ungkap Pesanan AS-Jepang Jadi Penopang Bisnis Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) tetap optimistis terhadap kelangsungan usaha perseroan meskipun saat ini menghadapi tekanan kondisi keuangan. Keyakinan tersebut didukung oleh bertambahnya kontrak penjualan baru serta dukungan dari pemasok bahan baku sepanjang tahun ini.

Direktur Utama PMMP Martinus Soesilo mengatakan permintaan produk dari pasar utama seperti Amerika Serikat (AS) dan Jepang pada awal tahun masih cukup kuat. Hingga akhir Februari 2026, total outstanding purchase order dari AS mencapai sekitar US$7,7 juta, sementara dari Jepang sebesar US$1,1 juta.

“Ini untuk pengiriman sampai dengan Mei 2026,” ujar Martinus dalam Public Expose 2026 yang digelar secara daring, Selasa (10/3/2026).

Selain permintaan produk yang masih terjaga, Martinus menyebut dukungan dari para pemasok juga relatif baik. Sejumlah supplier masih memberikan dukungan kepada perseroan, termasuk melalui pengiriman bahan pembungkus dan bahan pendukung produksi lainnya.

“Beberapa supplier masih memberikan dukungan kepada perseroan dengan pengiriman bahan-bahan pembungkus maupun bahan pendukung produksi lainnya, meskipun dengan kondisi perseroan yang memiliki utang usaha,” kata dia.

Lebih lanjut, Martinus menuturkan bahwa dalam upaya memperbaiki kondisi keuangan, manajemen melakukan negosiasi ulang dengan para pemasok terkait kewajiban utang usaha.

Selain itu, perseroan juga melakukan negosiasi ulang dengan kreditur untuk memperoleh relaksasi kewajiban pembayaran.

“Kita meminta perpanjangan jangka waktu pembayaran dan penurunan suku bunga untuk meringankan arus kas perusahaan,” ujarnya.

Manajemen juga menerapkan strategi efisiensi biaya dan operasional. Perseroan melakukan identifikasi terhadap berbagai biaya yang tidak berkaitan langsung dengan peningkatan pendapatan, kemudian menekan pengeluaran tersebut seminimal mungkin.

Baca Juga: PMMP Terima Opini Disclaimer atas Laporan Keuangan 2024, Ini Penjelasan Manajemen

Baca Juga: Laporan Keuangan Disclaimer, Emiten Afiliasi Kaesang (PMMP) Beri Penjelasan

“Selain itu, perseroan juga melaksanakan optimasi rantai pasok dengan meningkatkan efisiensi pembelian. Diharapkan dengan efisiensi pembelian tidak menambah stok yang membebani arus kas,” pungkasnya.

Mengutip laporan keuangan perusahaan, emiten pengolah makanan beku berbasis udang yang terafiliasi dengan putra bungsu Presiden ke-7 RI, Kaesang Pangarep, tersebut mencatatkan kinerja yang tertekan pada 2025.

PMMP membukukan rugi bersih sebesar US$122,92 juta atau sekitar Rp1,93 triliun dengan asumsi kurs Rp15.700 per dolar AS. Kondisi ini berbalik drastis dibandingkan tahun 2024 yang masih mencatat laba bersih sebesar US$81,24 juta.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri