Kredit Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melaporkan kinerja positif dalam mengawal penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sepanjang 2025. Pengawasan ketat yang dilakukan di lapangan diklaim berhasil menghemat anggaran subsidi dan kompensasi negara hingga Rp 4,982 triliun.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan penghematan tersebut berasal dari pengendalian penyaluran tiga jenis BBM, yakni Solar, Minyak Tanah, dan Pertalite.
"BPH Migas telah mengawal dengan baik, distribusi semuanya lancar dan terdapat penghematan BBM subsidi dan kompensasi negara tahun 2025 sebesar 4,982 triliun," ujar Wahyudi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI, Sabtu (17/1/2026).
Baca Juga: Wamen ESDM: Pembayaran Kompensasi BBM dan Listrik Kini Cair Tiap Bulan
Secara rinci, penghematan terbesar berasal dari Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite sebesar 3,16 juta kiloliter (kl) atau setara Rp 2,75 triliun.
Sementara itu, untuk Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar, penghematan tercatat sebesar 473.634 kiloliter atau setara Rp 2,11 triliun. Adapun Minyak Tanah mencatatkan penghematan sebesar 17.056 kiloliter atau senilai Rp 0,22 triliun.
Meski terjadi penghematan signifikan, Wahyudi memastikan distribusi BBM di daerah tidak mengalami kendala maupun kelangkaan. Sepanjang 2025, seluruh kuota yang ditetapkan dalam APBN disebut terpenuhi sesuai kebutuhan riil masyarakat.
"Alhamdulillah selama tahun 2025 distribusi BBM subsidi kompensasi negara semua terpenuhi dan lancar," tuturnya.
Baca Juga: BBM Turun Harga, Ini Daftar Lengkapnya di 4 Januari 2026
Selain berdampak pada penghematan subsidi, kinerja BPH Migas juga tercermin dari efisiensi anggaran internal. Penyerapan anggaran tahun 2025 tercatat mencapai 99,65 persen atau sebesar Rp 162,59 miliar dari total pagu. Capaian tersebut menempatkan BPH Migas sebagai peringkat kedua terbaik penyerapan anggaran di lingkungan Kementerian ESDM.
Tak hanya itu, realisasi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) BPH Migas juga melampaui target. Hingga akhir 2025, PNBP tercatat mencapai Rp 1,89 triliun, jauh di atas target awal sebesar Rp 1,01 triliun.
"Artinya pencapaian PNBP BPH Migas setara dengan 185,6 persen," pungkas Wahyudi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: