Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BPH Migas Dorong IT Tanjung Uban Jadi Energy Hub Asia Tenggara

BPH Migas Dorong IT Tanjung Uban Jadi Energy Hub Asia Tenggara Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mendorong Integrated Terminal (IT) Tanjung Uban untuk memperkuat perannya sebagai pusat energi (energy hub) kawasan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) hingga Asia Tenggara. Hal ini dilakukan guna mendukung target kemandirian energi nasional.

Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho menjelaskan bahwa IT Tanjung Uban memiliki posisi strategis dalam memasok BBM untuk wilayah Sumbagut, Sumatera Selatan, hingga Kalimantan Barat.

"IT Tanjung Uban saat ini menjadi energy hub di wilayah Sumbagut dan memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan lebih lanjut," ujar Fathul di Bintan, Kepulauan Riau, dikutip Sabtu (31/1/2026).

Baca Juga: BPH Migas Beri Sanksi 329 Penyalur BBM Nakal Selama 2025

Fathul memaparkan, pengembangan ini sejalan dengan target Pemerintah yang akan menghentikan impor Solar pada Semester II-2026 dan impor bensin pada 2027.

"Pertamina harus memiliki visi ke depan dengan tujuan menjadikan IT Tanjung Uban sebagai energy hub terbesar di Asia Tenggara," tegasnya.

Meski memiliki potensi besar, Fathul mengingatkan perlunya perencanaan matang agar distribusi BBM tetap tepat waktu (on-time). Ia menyoroti pentingnya optimalisasi dermaga (jetty) dan simulasi penambahan kapal jika terjadi pendangkalan di TBBM penerima.

Selain infrastruktur, Fathul meminta badan usaha jasa logistik, khususnya Elnusa Petrofin, untuk bersiap menghadapi momen Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 1447 Hijriyah. Mekanisme Regular, Alternative dan Emergency (RAE) harus diperkuat.

"Tolong tetap dijaga keandalan penyaluran BBM, utamanya sebentar lagi kita akan menyambut momen RAFI di tengah kondisi cuaca yang masih sulit diprediksi. Skenario RAE tetap diperkuat," ucap Fathul.

Di sisi lain, IT Manajer Tanjung Uban Yohanes Sianturi memastikan kapasitas terminal saat ini dalam kondisi andal. Terminal transit utama di Sumbagut ini memiliki kapasitas tangki mencapai 402.366 kiloliter (KL).

"Memiliki keandalan operasi tujuh jetty yang dapat mengakomodir hingga kurang lebih 7 kapal pada saat bersamaan. Saat ini pengiriman untuk regional sisi timur Sumatera dan Kalimantan bagian barat dalam keadaan normal dan tidak terdapat antrean," jelas Yohanes.

Senada dengan itu, Sales Area Manager PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Kepulauan Riau Bagus Handoko memastikan distribusi BBM dari IT Tanjung Uban berjalan lancar.

"Untuk IT Tanjung Uban hingga saat ini, tidak ada kendala dan permasalahan yang berarti," pungkas Bagus.


Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Istihanah

Bagikan Artikel: