Waspada Pandemi Baru, Tetangga Indonesia Minta Pelancong Waspada Virus Nipah
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Myanmar memperketat langkah pemantauan terhadap virus nipah serta mengeluarkan imbauan kesehatan bagi pelancong, meskipun hingga saat ini belum ada kasus terkonfirmasi di negara tersebut.
Dilansir Rabu (28/1), Kementerian Kesehatan Myanmar menyatakan kewaspadaan ditingkatkan karena negara itu memiliki populasi besar kelelawar pemakan buah yang dikenal sebagai inang alami utama virus nipah, serta berbatasan langsung dengan sejumlah negara yang kerap melaporkan wabah virus tersebut.
Baca Juga: Merebak di India, Kemenkes Pastikan Virus Nipah Belum Masuk Indonesia
Mereka mengimbau masyarakat untuk menghindari perjalanan yang tidak mendesak ke wilayah yang saat ini terdampak virus nipah, termasuk negara bagian dari Benggala Barat, India.
Bagi warga yang sudah berada di wilayah terdampak, otoritas kesehatan menyarankan agar membatasi kunjungan ke rumah sakit atau tempat dengan banyak orang sakit, kecuali jika benar-benar diperlukan.
Kementerian juga memperingatkan para pelancong yang mengalami gejala yang dicurigai terkait virus nipah seperti demam tinggi dan sakit kepala parah, batuk dan sesak napas, kebingungan, atau rasa mengantuk berlebihan setelah mengunjungi wilayah terdampak, agar segera melaporkan kondisi mereka kepada petugas kesehatan di bandara atau pos perbatasan.
Selain itu, siapa pun yang mengalami gejala serupa dalam waktu empat belas hari setelah kembali dari daerah terdampak diminta untuk segera mencari perawatan medis di fasilitas kesehatan terdekat dan menyampaikan riwayat perjalanan secara jelas kepada tenaga medis guna memastikan pemeriksaan dan penanganan yang cepat.
Masyarakat juga diminta untuk melaporkan dugaan gejala pada anggota keluarga yang baru kembali dari negara terdampak, serta kematian hewan yang tidak biasa, seperti babi atau kelelawar, di lingkungan sekitar kepada otoritas kesehatan setempat tanpa penundaan.
Baca Juga: Cegah Virus Nipah, Penerbangan dari India Mulai Di-Skrining Ketat
Langkah-langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan dini untuk menjaga kesehatan masyarakat dan mencegah potensi penyebaran virus Nipah di Myanmar.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: