Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) menyiapkan dana maksimal Rp250 miliar untuk aksi pembelian kembali saham (share buyback) guna menjaga stabilitas harga saham di tengah volatilitas pasar modal yang meningkat, menyusul koreksi tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga sekitar 8% pada 28 Januari 2026.
Perseroan menyampaikan, rencana buyback tersebut akan dilaksanakan dalam jangka waktu paling lama tiga bulan, terhitung sejak 29 Januari 2026 hingga 28 April 2026, dengan tetap mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal yang berlaku.
Keputusan aksi korporasi ini diambil setelah tekanan pasar menyebabkan Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara perdagangan (trading halt), yang turut berdampak pada pergerakan harga saham RAJA di pasar sekunder.
Baca Juga: Investor Panen Cuan! RAJA Bayar Dividen Interim Rp105,67 Miliar, Dana Cair 28 Januari
“Perseroan menyiapkan dana maksimal sebesar Rp250.000.000.000 untuk pelaksanaan pembelian kembali saham,” demikian keterangan resmi manajemen RAJA yang disampaikan melalui keterbukaan informasi, Kamis (29/1/2026).
Manajemen menyatakan, buyback dilakukan sebagai langkah strategis untuk merespons kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan, sekaligus sebagai upaya menjaga stabilitas harga saham Perseroan dalam jangka pendek.
Corporate Secretary RAJA menjelaskan, aksi pembelian kembali saham juga mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental dan prospek pertumbuhan bisnis Perseroan ke depan, di tengah ketidakpastian ekonomi global maupun domestik.
“Pelaksanaan buyback tidak hanya bertujuan menjaga stabilitas harga saham, tetapi juga menunjukkan optimisme manajemen terhadap kinerja dan prospek Perseroan,” ujar Corporate Secretary RAJA.
Perseroan memastikan, pelaksanaan buyback dilakukan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, penerapan good corporate governance, serta kepatuhan penuh terhadap seluruh regulasi yang berlaku di pasar modal Indonesia.
Baca Juga: Emiten Hapsoro (RAJA) akan Bagikan Dividen Interim Rp105,67 Miliar
Dari sisi keuangan, manajemen menegaskan bahwa kondisi likuiditas dan struktur permodalan Perseroan berada pada level yang memadai. Oleh karena itu, aksi pembelian kembali saham dipastikan tidak akan memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional maupun rencana pengembangan usaha ke depan.
“Dengan likuiditas dan permodalan yang kuat, buyback ini tidak memengaruhi operasional maupun rencana ekspansi Perseroan,” jelas manajemen.
Melalui langkah tersebut, RAJA berharap dapat memberikan sinyal positif kepada pelaku pasar terkait ketahanan keuangan Perseroan sebagai emiten di sektor energi, sekaligus menjaga kepercayaan pemegang saham di tengah tekanan pasar yang masih berlangsung.
Perseroan juga menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan kegiatan usaha secara berkelanjutan dan disiplin, sembari memantau perkembangan kondisi pasar serta dinamika ekonomi secara menyeluruh selama periode pelaksanaan buyback berlangsung.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: