Galaxy Book6 Series Jadi Bukti AI di Laptop Sudah Masuk Fase Matang
Kredit Foto: Samsung
Samsung Galaxy Book6 Series resmi diperkenalkan di ajang CES 2026 sebagai laptop generasi baru yang menempatkan kecerdasan buatan langsung di dalam perangkat, bukan sekadar fitur tambahan berbasis cloud.
Berbeda dari tren sebelumnya yang menjadikan AI sebagai gimmick marketing, Galaxy Book6 Series dirancang dengan pendekatan on-device AI yang benar-benar bekerja di level hardware.
Seri ini hadir dalam beberapa varian, mulai dari Galaxy Book6, Galaxy Book6 Pro, hingga Galaxy Book6 Ultra, yang masing-masing menyasar pengguna produktivitas harian, profesional, hingga kreator konten berat.
Seluruh model ditenagai prosesor Intel Core Ultra Series terbaru yang menggabungkan CPU, GPU, dan NPU (Neural Processing Unit) dalam satu paket komputasi terintegrasi.
Kehadiran NPU menjadi kunci utama karena memungkinkan pemrosesan AI berjalan langsung di laptop, mulai dari pengolahan gambar, transkripsi otomatis, terjemahan instan, hingga pencarian kontekstual tanpa harus terhubung ke internet.
Samsung mengklaim performa NPU pada Galaxy Book6 Series mampu menangani puluhan triliun operasi per detik, menjadikan eksekusi fitur AI jauh lebih cepat, responsif, dan efisien daya.
Untuk kebutuhan grafis, varian standar dan Pro mengandalkan Intel Arc Graphics, sementara Galaxy Book6 Ultra dibekali GPU diskrit NVIDIA GeForce RTX generasi terbaru yang juga dioptimalkan untuk beban kerja berbasis AI.
Layar menjadi salah satu daya tarik utama, terutama pada varian Pro dan Ultra yang menggunakan panel Dynamic AMOLED 2X dengan refresh rate adaptif hingga 120 Hz dan tingkat kecerahan tinggi untuk menunjang kerja kreatif.
Desain bodinya tetap mempertahankan karakter tipis dan ringan khas Galaxy Book, namun dibekali sistem pendinginan yang lebih matang agar performa tetap stabil dalam penggunaan intensif.
Pengalaman multimedia diperkuat melalui konfigurasi speaker berkualitas dengan dukungan Dolby Atmos serta kamera FHD yang ditujukan untuk kebutuhan video conference dan kolaborasi jarak jauh.
Galaxy Book6 Series menjalankan Windows 11 dengan integrasi ekosistem Samsung, memungkinkan sinkronisasi yang lebih mulus dengan smartphone dan tablet Galaxy untuk menunjang produktivitas lintas perangkat.
Dari sisi daya tahan, Samsung mengoptimalkan efisiensi energi prosesor dan NPU sehingga laptop ini diklaim mampu bertahan seharian untuk aktivitas kerja tanpa perlu sering mengisi ulang.
Pendekatan AI on-device membuat Galaxy Book6 Series relevan bagi pekerja kantoran, pelajar, hingga kreator konten yang membutuhkan fitur cerdas tanpa ketergantungan pada koneksi cloud.
Samsung menjadwalkan ketersediaan Galaxy Book6 Series secara global mulai akhir Januari hingga awal Februari 2026.
Untuk pasar Indonesia, meski belum diumumkan resmi, Galaxy Book6 diperkirakan masuk pada kuartal pertama 2026 mengikuti pola rilis seri sebelumnya.
Soal harga, varian Galaxy Book6 standar diprediksi berada di kisaran Rp17-20 jutaan, sementara varian Pro dan Ultra diposisikan lebih tinggi sesuai spesifikasi dan segmen premium yang dibidik.
Melalui Galaxy Book6 Series, Samsung menunjukkan bahwa AI di laptop bukan lagi fitur eksklusif, melainkan alat kerja nyata yang bisa diakses pengguna luas untuk meningkatkan produktivitas sehari-hari.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: