Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bursa Wall Street Melemah, Pasar Ditekan Kekhawatiran Imbal Hasil Investasi Saham AI

        Bursa Wall Street Melemah, Pasar Ditekan Kekhawatiran Imbal Hasil Investasi Saham AI Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Bursa Saham Wall Street ditutup melemah pada Kamis (29/1). Investor bereaksi negatif terhadap laporan keuangan terbaru dan meningkatnya kekhawatiran apakah belanja besar untuk kecerdasan buatan (AI) benar-benar akan menghasilkan imbal hasil yang sepadan bagi perusahaan teknologi berkapitalisasi besar.

        Dilansir dari Reuters, Jumat (30/1), Dow Jones Industrial Average justru naik tipis 0,11% ke 49.071,56. Sementara S&P 500 turun 0,13% menjadi 6.969,01. Nasdaq Composite yang sarat saham teknologi mencatat penurunan terdalam, turun 0,72% ke 23.685,12.

        Baca Juga: Lanjutkan Buyback Saham, Allo Bank (BBHI) Gelontorkan Rp60,65 Miliar

        Meski indeks berhasil memangkas sebagian kerugian menjelang penutupan perdagangan, sektor teknologi tetap menjadi beban utama pasar.

        Saham Microsoft menjadi penekan terbesar setelah pendapatan cloud perusahaan tersebut gagal memenuhi ekspektasi pasar. Laporan ini memicu kekhawatiran bahwa investasi besar mereka dalam akal imitasi belum memberikan hasil yang cukup cepat.

        “Microsoft mengecewakan dan ada kekhawatiran nyata bahwa investasi akal imitasi justru akan memangkas margin perusahaan perangkat lunak,” kata Managing Director & Co-CIO Paleo Leon Princeton, John Praveen.

        Menurut Praveen, investor saat ini cenderung mengurangi eksposur saham dan memilih sikap lebih defensif, di tengah berbagai ketidakpastian global. Faktor yang membebani sentimen antara lain siapa yang akan menjadi ketua bank sentral berikutnya, arah kebijakan suku bunga serta ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran dan Greenland.

        Ia juga menyoroti risiko penutupan pemerintahan (government shutdown) sebagai salah satu potensi tekanan tambahan terhadap pasar.

        “Ada begitu banyak awan gelap di latar belakang pasar saat ini,” ujarnya.

        Sementara Apple Inc bergerak fluktuatif. Apple berhasil melampaui estimasi pendapatan kuartalan, didorong oleh pemulihan penjualan yang kuat di China. Chief Executive Officer (CEO) Apple, Tim Cook mengatakan bahwa permintaan untuk produk terbarunya sangat kuat.

        Baca Juga: Saham Terus Merosot, Emiten RS Hermina (HEAL) Gelar Buyback Rp200 Miliar

        Namun, hasil positif belum cukup untuk membalikkan sentimen negatif di sektor teknologi secara keseluruhan, dengan investor masih mencermati apakah gelombang investasi akal imitasi benar-benar mampu menopang pertumbuhan laba jangka panjang.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: