Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        BYD Atto 4 vs Mobil Bensin: Hemat Biaya Operasional hingga Jutaan Rupiah

        BYD Atto 4 vs Mobil Bensin: Hemat Biaya Operasional hingga Jutaan Rupiah Kredit Foto: BYD
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        BYD Atto 4 menawarkan keunggulan nyata di sisi biaya operasional, karena sebagai mobil listrik murni, konsumsi energinya jauh lebih murah dibanding mobil bensin di kelas yang sama.

        Sebagai EV full listrik, BYD Atto 4 tidak membutuhkan bensin sama sekali, sehingga pengeluaran rutin pengguna sepenuhnya bergantung pada konsumsi listrik.

        Dalam penggunaan harian normal, biaya isi daya mobil listrik seperti Atto 4 diperkirakan hanya sekitar Rp 3–5 juta per tahun, tergantung jarak tempuh dan tarif listrik rumah.

        Angka tersebut jauh lebih rendah dibanding mobil bensin sekelas SUV kompak, yang rata-rata membutuhkan biaya BBM sekitar Rp 12–18 juta per tahun, bahkan bisa lebih jika mobil sering dipakai harian.

        Dengan kata lain, pengguna BYD Atto 4 berpotensi menghemat biaya operasional hingga tiga sampai empat kali lipat dibandingkan kendaraan bermesin pembakaran internal.

        Efisiensi ini berasal dari karakter motor listrik yang mengubah energi menjadi tenaga secara lebih langsung, tanpa banyak energi terbuang seperti pada mesin bensin.

        Selain biaya energi, Atto 4 juga unggul dari sisi perawatan, karena mobil listrik tidak memerlukan penggantian oli mesin, filter bahan bakar, atau komponen kompleks khas mobil bensin.

        Jumlah komponen bergerak yang lebih sedikit membuat biaya servis berkala EV seperti Atto 4 relatif lebih rendah dan stabil dalam jangka panjang.

        Regenerative braking yang dimiliki Atto 4 juga membantu memperpanjang usia kampas rem, karena sebagian proses pengereman dilakukan oleh sistem motor listrik.

        Jika dihitung secara bulanan, biaya listrik untuk Atto 4 bisa hanya ratusan ribu rupiah, sementara mobil bensin sekelasnya bisa menghabiskan jutaan rupiah hanya untuk BBM.

        Efisiensi biaya ini semakin terasa bagi pengguna yang melakukan pengisian daya di rumah, terutama dengan tarif listrik non-publik yang lebih murah dibanding SPKLU komersial.

        Dalam konteks penggunaan harian di perkotaan, Atto 4 menjadi pilihan rasional bagi konsumen yang ingin menekan pengeluaran rutin tanpa mengorbankan kenyamanan dan performa.

        Baca Juga: BYD Atto 4, EV Menengah dengan Sistem Keamanan Terlengkap

        Dengan harga OTR sekitar Rp 464,33 juta, BYD Atto 4 memang berada di kelas menengah atas, namun penghematan biaya operasional jangka panjang membuat total biaya kepemilikan lebih efisien.

        Secara keseluruhan, BYD Atto 4 bukan hanya menawarkan teknologi listrik modern, tetapi juga solusi nyata untuk memangkas biaya bulanan hingga jutaan rupiah dibanding mobil bensin konvensional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: