Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pemimpin Tertinggi Selandia Baru Tolak Bergabung dengan Dewan Perdamaian Bentukan Trump

        Pemimpin Tertinggi Selandia Baru Tolak Bergabung dengan Dewan Perdamaian Bentukan Trump Kredit Foto: Reuters
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Selandia Baru dengan tegas menolak bergabung dengan Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

        Perdana Menteri (PM) Selandia Baru Christopher Luxon mengonfirmasinya langsung baru-baru ini dan menyatakan tidak tertarik karena masih membutuhkan kejelasan lebih lanjut tentang dewan tersebut, apakah bertujuan untuk menggantikan PBB.

        Baca Juga: Purbaya Bicara Asal Dana untuk Bayar Iuran Dewan Perdamaian Bentukan Trump

        "Pemerintah telah mempertimbangkan undangan Presiden Trump dan telah memutuskan untuk tidak bergabung dengan Dewan Perdamaian dalam bentuknya saat ini," kata Luxon pada hari Jumat dilansir dari The Independent.

        Luxon mengatakan pihak pemerintah telah mempertimbangkan tawaran tersebut dan memutuskan tidak akan menerima undangan untuk bergabung dengan dewan tersebut dengan formatnya kelembagaannya saat ini.

        Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peters menyebutkan di media sosial X bahwa Selandia Baru, sebagai pendiri utama sekaligus pendukung setia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

        Trump secara resmi meluncurkan Dewan Perdamaian pada 22 Januari lalu dalam Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: