Kredit Foto: Antara/Aprillio Akbar
Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi membuka kembali perdagangan saham PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP), PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) beserta warannya, PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE), serta PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO).
“Berdasarkan penilaian bursa, maka dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan saham MKAP, MGNA, SPRE dan NATO di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai sesi I tanggal 2 Februari 2026,” kata pihak BEI dalam pengumumannya.
Adapun keempat saham tersebut langsung masuk ke papan pemantauan khusus dan diperdagangkan dengan skema full-call auction (FCA). Kebijakan ini diterapkan karena saham-saham tersebut telah mengalami suspensi lebih dari satu hari bursa berturut-turut.
Baca Juga: Tak Penuhi Aturan Free Float, 38 Saham Dibekukan Sementara!
Saham PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE) disuspensi sejak 20 Januari 2026. Sebelum penghentian sementara, saham ini sempat ditutup naik 9,88% ke level Rp356, dengan lonjakan 31,85% dalam sepekan dan melejit 69,52% dalam sebulan. Namun, setelah suspensi dicabut pada Senin (2/2), saham SPRE terpantau terkoreksi 9,55% ke Rp322.
Adapun saham PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) dihentikan perdagangannya sejak 21 Januari 2026 setelah ditutup melonjak 12,03% ke Rp298. Kinerjanya kala itu mencatat kenaikan 36,7% dalam sepekan dan 94,77% dalam sebulan. Usai kembali diperdagangkan, saham MGNA justru melemah 9,4% ke level Rp270.
Sementara itu, saham PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP) disuspensi sejak 22 Januari 2026. Sebelum penghentian, saham MKAP melesat 24,66% ke Rp910, setelah mencatat penguatan 38,93% dalam sepekan dan melompat tajam 163,01% sepanjang sebulan. Pada pembukaan kembali perdagangan hari ini, saham MKAP turun 9,89% ke Rp820.
Baca Juga: IHSG Hari Ini Dibuka Ambruk 2% Jelang Pertemuan OJK–BEI dengan MSCI
Nasib serupa dialami saham PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO). Saham ini disuspensi pada 23 Januari 2026 usai ditutup menguat 5,26% ke Rp1.000, dengan kenaikan impresif 86,92% dalam sepekan dan 216,46% dalam sebulan. Namun pada perdagangan pagi ini, saham NATO tercatat ambruk 10% ke level Rp900.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri