Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Masih Terkapar Ratusan Saham Anjlok, Bos Danantara Sebut Koreksi Alam

        IHSG Masih Terkapar Ratusan Saham Anjlok, Bos Danantara Sebut Koreksi Alam Kredit Foto: Uswah Hasanah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, angkat bicara terkait pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dalam beberapa waktu terakhir memicu ambruknya ratusan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

        Mengacu data RTI, IHSG pada penutupan perdagangan Senin (2/2) ambles 406,87 poin setara 4,88% ke level 7.922,73. Sebanyak 720 saham melemah, hanya 58 saham yang menguat dan 36 saham tampak tidak bergerak. 

        Menurut Pandu, koreksi pasar yang terjadi saat ini mayoritas menimpa saham-saham dengan valuasi yang sudah terlalu tinggi atau yang ia sebut sebagai uninvestable.

        “Jadi banyak sekali kalau dilihat observasi awal dari sisi retail melihat saham-saham yang memiliki valuasi yang mungkin amat tinggi atau bahasanya uninvestable itu yang mengalami koreksi, mungkin akan mengalami koreksi alam,” kata Pandu di Gedung BEI, Jakarta, Senin (2/2/2026).

        Baca Juga: Buat IHSG Ambruk Berjilid-jilid, Ini Hasil Pertemuan OJK, BEI Hingga Danantara dengan MSCI

        Pandu menilai saham-saham dengan fundamental yang solid justru menunjukkan pergerakan positif. Ia mengungkapkan, investor institusi tercatat melakukan pembelian bersih (net buy) pada saham-saham berfundamental kuat tersebut.

        “Tapi kalau dilihat saham-saham yang fundamental itu mengalami malah net buy dan positif. Jadi ini menarik juga kalau lihat top 10, top 15 buy, top 10, top 15 sell, seperti yang kita bicarakan hari Minggu kemarin malah memang sekarang mulai terjadi,” ucapnya. 

        Pandu menekankan bahwa kondisi pasar saat ini tidak perlu disikapi dengan kekhawatiran berlebihan. 

        Selain itu, ia meminta agar investor kembali fokus pada fundamental dan valuasi perusahaan, serta tidak hanya mengejar keuntungan jangka pendek

        “Jadi saya sih melihatnya sesuatu yang enggak perlu dikhawatirkan Kita harus lihat balik ke fundamental, ke valuasi, kita harus membeli juga melihat saham-saham dan ini bagus lah juga untuk pemikiran jangan hanya melihat short-term. Investasi itu harus memikir medium to long-term,” terangnya. 

        Baca Juga: IHSG Melemah, OJK Ungkap Pasar Asia Sama-sama Terpukul

        Di sisi lain, pemerintah juga telah melakukan reformasi besar-besaran di pasar modal Indonesia untuk mengembalikan kepercaan investor. Hal ini dipicu oleh laporan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menyoroti sejumlah isu, termasuk transparansi dan praktik perdagangan saham di pasar modal domestik.

        “Kita akan konstruktif, karena at the end yang kita inginkan pasar modal yang lebih baik lagi lah. Dan ini penting karena at the end kita pasar modal ini salah satu cara untuk investor, baik dalam negeri dan luar negeri, untuk bisa mengekspresikan confidence ke dalam Indonesia dan bisa untuk berinvestasi secara long-term,” pungkasnya. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Cita Auliana
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: