Kredit Foto: Chandra Asri Group
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) resmi mengumumkan rencana pembelian kembali atau buyback saham dengan nilai maksimal Rp2 triliun.
Dana buyback tersebut bersumber dari kas internal Perseroan dan telah mencakup seluruh biaya terkait, termasuk biaya transaksi, komisi broker, serta biaya lain yang timbul sehubungan dengan pelaksanaan pembelian kembali saham.
Aksi korporasi ini ditempuh sebagai bagian dari strategi Perseroan untuk meningkatkan nilai bagi para pemegang saham. Selain itu, buyback juga ditujukan untuk mendukung kinerja saham agar selaras dengan fundamental perusahaan, menjaga stabilitas harga saham di pasar, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap Perseroan.
Dalam pelaksanaannya, jumlah saham yang dapat dibeli kembali akan tetap memperhatikan ketentuan free float sesuai regulasi yang berlaku. “Jumlah saham yang akan dibeli kembali adalah sebanyak-banyaknya 0,29% atau sebesar 250.000.000 saham dari total lembar saham yang telah dikeluarkan oleh Perseroan,” kata manajemen.
Baca Juga: Buyback Saham, Barito Pacific (BRPT) Siapkan Dana Rp1 Triliun
Rencana pembelian kembali saham TPIA akan dilakukan dalam jangka waktu paling lama tiga bulan, mulai 4 Februari 2026 hingga 3 Mei 2026. Untuk merealisasikan aksi tersebut, Perseroan telah menunjuk PT Henan Putihrai Sekuritas sebagai perantara pedagang efek, dengan mekanisme pembelian melalui perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Manajemen TPIA menegaskan bahwa pelaksanaan buyback ini diyakini tidak akan menimbulkan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha Perseroan.
“Perseroan berkeyakinan bahwa pelaksanaan transaksi Pembelian Kembali Saham tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha Perseroan mengingat Perseroan memiliki modal kerja dan arus kas yang cukup untuk melaksanakan pembiayaan transaksi bersamaan dengan kegiatan usaha Perseroan,” ujar manajemen.
Baca Juga: Dua Petinggi Chandra Asri (TPIA) Putuskan Mundur
Di lantai bursa, saham TPIA pada sesi pertama perdagangan Rabu (4/2) terpantau naik 200 poin atau setara 3,07% ke level Rp6.725. Namun dalam sebulan terakhir, sahamnya tercatat ambruk 400 poin atau 5,61%.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri