Perkuat Peran Parkir dalam Mendorong Mobilitas Perkotaan di Indonesia, Centrepark Targetkan 100 Proyek Baru Tahun Ini
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Di tengah pesatnya urbanisasi, pertumbuhan kendaraan, serta keterbatasan ruang kota, pengelolaan parkir menjadi titik krusial dalam sistem mobilitas. Kemacetan kerap bermula di area masuk dan keluar parkir, sementara masyarakat menuntut layanan yang cepat, cashless, dan seamless. Hal ini menegaskan bahwa mobilitas perkotaan tidak hanya ditentukan di jalan, tetapi juga di area parkir.
Sejalan dengan perkembangan industri, Centrepark, perusahaan manajemen parkir nasional sekaligus penyedia Smart Mobility Parking Solution di Indonesia, menegaskan bahwa smart parking bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan dalam membangun ekosistem mobilitas perkotaan yang terhubung. Penerapan teknologi parkir yang terintegrasi menjadi bagian dari upaya membentuk pengalaman parkir yang lebih praktis, aman, dan sesuai dengan kebutuhan mobilitas modern.
"Parkir merupakan 'silent engine of urban mobility' yang bekerja di balik layar namun berdampak besar terhadap keteraturan kota. Setiap perjalanan urban dimulai dan diakhiri di area parkir, sehingga kualitas pengelolaannya memengaruhi alur pergerakan dan pengalaman pengguna," ujar Charles Richard Oentomo, Chief Executive Officer Centrepark, saat menggelar Media Gathering Centrepark 2026 dengan tema Parking Outlook 2026: Driving Urban Mobility in Indonesia, Rabu (4/2).
Dengan pengalaman lebih dari 16 tahun, Centrepark saat ini mengelola perpakiran dilebih dari 700 lokasi di 60+ kota di Indonesia, dengan 440.000 lebih ruang parkir dengan volume lebih dari 360 juta transaksi parkir per tahun. Seluruh operasional ini didukung oleh ekosistem teknologi Centrepark yang terintegrasi, mencakup gate system, License Plate Recognition, vehicle counting, parking guidance, serta centralized control room.
Chris Haryadi, Chief Operating Officer & Acting Chief Financial Officer Centrepark, menjelaskan transformasi pengelolaan parkir dari sistem manual menuju sistem terintegrasi berbasis teknologi. Penerapan automated gate, License Plate Recognition (LPR), parking guidance system, traffic dispatching, control room terpusat, serta layanan cashless dan ticketless menghadirkan proses masuk dan keluar parkir yang lebih tertib, kemudahan dalam mencari ruang parkir, serta pemantauan operasional secara real-time di berbagai lokasi.
Sementara itu, Stephen Roy Imantaka, Chief Strategy Officer Centrepark, menegaskan bahwa parkir kini berevolusi dari sekadar cost center menjadi value driver. Pengelolaan parkir yang terstruktur dan berbasis data berkontribusi pada peningkatan nilai properti, kualitas pengalaman pengunjung, serta mendukung pengembangan ekosistem smart mobility perkotaan, termasuk kesiapan terhadap adopsi kendaraan listrik.
Melalui Parking Outlook 2026, Centrepark menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat perannya sebagai perusahaan manajemen parkir dan penyedia Smart Mobility Parking Solution yang mendukung terciptanya mobilitas perkotaan Indonesia yang lebih tertata, nyaman, dan berkelanjutan.
Untuk target tahun 2026, Charles mengatakan, dengan didukung teknologi yang dimiliki, pihaknya optimis dapat tumbuh double digit. "Dengan demand yang ada, Centrepark menargetkan pertumbuhan tahun ini tetap, 10 sampai 15% dengan proyek mendekati 100 proyek. Dan kami yakin dengan teknologi yang kami miliki, kami bisa berkompetisi secara sehat dan tentunya membayar pajak secara taat kepada negara kita," pungkasnya,
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Sufri Yuliardi
Editor: Sufri Yuliardi
Tag Terkait: