Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

'Saya Tahu Diri' Mahfud MD Akui Ogah Maju Pilpres 2029

'Saya Tahu Diri' Mahfud MD Akui Ogah Maju Pilpres 2029 Kredit Foto: Kominfo
Warta Ekonomi, Jakarta -

Nama Mahfud MD masih muncul dalam bursa calon presiden 2029. Namun, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) itu justru memastikan dirinya tidak berniat kembali masuk gelanggang Pilpres, baik sebagai calon presiden maupun calon wakil presiden.

Sikap tersebut disampaikan Mahfud meski namanya masuk dalam survei SMRC (Saiful Mujani Research and Consulting) periode 5–19 Juli 2026. Dalam simulasi semi-terbuka calon presiden, Mahfud memperoleh elektabilitas 4 persen.

Dalam survei tersebut, Mahfud berada di bawah sejumlah tokoh nasional. Dedi Mulyadi berada di posisi teratas dengan 35 persen, disusul Prabowo Subianto 14,5 persen, Anies Baswedan 8,2 persen, Gibran Rakabuming Raka 7,7 persen, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 4,9 persen, dan Ganjar Pranowo 4,2 persen.

Setelah Mahfud dengan 4 persen, terdapat Puan Maharani 1,3 persen, Sherly Tjoanda 1,2 persen, Purbaya Yudhi Sadewa 1,1 persen, hingga Surya Paloh 1 persen. 

Baca Juga: Eks Wamen Terus Minta Prabowo Pecat Gibran, Pakar Singgung Aturan Konstitusi

Meski masuk dalam bursa survei, Mahfud mengaku realistis melihat peluangnya. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menyadari dirinya tidak memiliki partai politik maupun modal finansial untuk bertarung dalam kontestasi Pilpres.

"Saya itu tidak pernah maju sebagai cawapres, saya diminta. Saya tidak pernah pasang iklan, saya tidak pernah juga pakai baliho-baliho di daerah. Saya juga tidak pernah minta disurvei, orang survei itu tidak murah," kata Mahfud dalam tayangan YouTube miliknya, dikutip Kamis (13/8/2026).

Mahfud kemudian mengungkap kembali pengalamannya menjelang Pilpres 2024. Ia mengatakan pencalonannya sebagai cawapres saat itu bukan karena dirinya melakukan kampanye untuk mendapatkan posisi tersebut. Ia justru mengaku dipanggil secara mendadak oleh Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri.

"Waktu zaman 2024 gak tahu, pendaftaran dibuka tanggal 18, tanggal 16 sore saya dipanggil Bu Mega diminta (jadi cawapres mendampingi Ganjar). Dan bagi saya itu satu kehormatan karena pada waktu itu Bu Mega mengatakan, 'Pak Mahfud tidak usah menyediakan duit'," ungkapnya.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan Mahfud tidak melihat pencalonan sebagai sesuatu yang harus dikejar. Ia bahkan secara terang-terangan menyebut keterbatasan modal politik dan finansial sebagai pertimbangan utama.

Baca Juga: Pengamat: Sekalipun Ada Jokowi, PSI Agak Sulit Kalahkan PDIP di Pileg 2029

"Kenapa saya tidak pernah ingin mencalon-calonkan diri sebagai capres atau cawapres? Karena saya tidak punya uang, tidak punya partai juga," ucap Mahfud.

"Saya tahu diri, tidak punya duit dan tidak punya partai," ujarnya.

Mahfud juga mengingat kembali dinamika Pilpres 2019. Saat itu, namanya sempat diproyeksikan untuk mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, peta politik berubah menjelang pendaftaran hingga akhirnya KH Ma'ruf Amin dipilih sebagai cawapres Jokowi.

Kini, untuk Pilpres 2029, Mahfud kembali menegaskan tidak memiliki rencana mencalonkan diri. Baginya, kontribusi kepada Indonesia tidak harus ditempuh melalui perebutan jabatan politik.

Ia mengatakan tetap ingin mengambil bagian dalam memperbaiki demokrasi dan penegakan hukum melalui pemikiran, kritik yang konstruktif, serta edukasi kepada masyarakat.

"Saya akan tetap berkontribusi kepada negara ini, ya minimal bicara seperti ini agar rakyat sadar bahwa kita punya negara yang sangat besar yang harus kita jaga bersama," imbuh Mahfud.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri