Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        RDP Tertutup dengan DPR, Rosan Ungkap Danantara Bahas Rencana Pemangkasan BUMN

        RDP Tertutup dengan DPR, Rosan Ungkap Danantara Bahas Rencana Pemangkasan BUMN Kredit Foto: Azka Elfriza
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Danantara Indonesia membahas rencana pemangkasan jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) secara tertutup dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (4/2/2026). 

        CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan agenda rapat difokuskan pada pemaparan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026, termasuk langkah-langkah pemangkasan BUMN yang akan dijalankan secara bertahap.

        “Ya, tadi kita menyampaikan dari rencana tahun 2026 RKAP-nya yang kita sampaikan dan program-programnya seperti apa, termasuk juga penyesuaian dari jumlah BUMN. Itu juga kita sampaikan, step-step-nya. Ya, dan juga bagaimana rencana untuk penyampaian target dari 2026,” kata Rosan usai rapat.

        Baca Juga: Danantara Bakal Groundbreaking 6 Proyek Hilirisasi Pekan Ini

        Rosan menegaskan keputusan untuk menggelar rapat secara tertutup sepenuhnya berada di tangan DPR RI. Pihak Danantara, kata dia, hanya menyampaikan paparan sesuai agenda yang telah ditetapkan.

        “Oh, kalau kami hanya menyampaikan, itu kan keputusan dari DPR,” ujarnya.

        Pembahasan tertutup tersebut berlangsung di tengah rencana besar pemerintah untuk memangkas jumlah BUMN secara signifikan. Saat ini, Danantara Indonesia mengelola sekitar 1.044 BUMN yang akan dirasionalisasi secara bertahap menjadi sekitar 300 perusahaan.

        Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan Danantara Indonesia dibentuk sebagai instrumen strategis negara untuk mendorong pengembangan industri-industri kritikal sekaligus mempercepat proses industrialisasi nasional secara nyata dan terukur.

        Baca Juga: Danantara Bakal Pangkas 1.068 BUMN Jadi 200, Ini Alasannya!

        Danantara, menurut Presiden, akan dikelola dengan pengawasan ketat, tanggung jawab kelembagaan yang jelas, serta dipimpin oleh sumber daya manusia terbaik. Rasionalisasi BUMN menjadi bagian dari upaya menghilangkan inefisiensi dan memperkuat tata kelola perusahaan negara.

        “Kami akan melakukan rasionalisasi, kami akan menghilangkan inefisiensi. Kami menginginkan tata kelola dan manajemen terbaik sesuai standar internasional. Kami menginginkan talenta dan pemikiran terbaik di dunia,” kata Presiden Prabowo dalam pidatonya pada World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss.

        Hingga saat ini, Danantara belum merinci BUMN mana saja yang akan masuk dalam tahap awal rasionalisasi, termasuk skema penggabungan, penghapusan, atau restrukturisasi yang akan ditempuh. Pembahasan teknis tersebut masih menjadi bagian dari proses internal dan koordinasi dengan DPR RI.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: