Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Misteri Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Usman Hamid: 'Kami Tidak Akan Terkecoh'

Misteri Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Usman Hamid: 'Kami Tidak Akan Terkecoh' Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid mengutuk keras serangan air keras terhadap Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS.

Ia menganggap serangan ini dipandang sebagai upaya keji untuk membungkam suara kritis yang memperjuangkan keadilan di Indonesia.

Usman mengungkapkan bahwa Andrie Yunus sudah sejak lama menjadi target intimidasi. Ia mengingatkan kembali kejadian tahun lalu saat Andrie melakukan aksi protes terhadap rapat anggota DPR di Hotel Fairmont, yang kemudian berbuntut pada berbagai bentuk teror, baik melalui telepon maupun intimidasi fisik oleh orang-orang tak dikenal.

Kemudian belakangan ini, Andrie juga kerap menggeluti isu-isu sensitif yang bersinggungan dengan militerisme.

Bahkan, sehari sebelum diserang, ia baru saja menyelesaikan diskusi mengenai remiliterisasi dan sedang mengupayakan judicial review UU TNI.

Namun, Usman menekankan bahwa koalisi masyarakat sipil tidak akan terburu-buru menuduh pihak tertentu yang berhubungan dengan obyek yang kerap dikritik Andrie.

"Tetapi dengan tema-tema Andrie yang kerap bersinggungan dengan militer, tidak lantas membuat kita terkecoh untuk langsung mengambil kesimpulan bahwa ini berkaitan dengan tentara, jadi pasti pelakunya dari tentara. Biasanya konflik di antara elit politik perlu kita cermati untuk dihubungkan dengan serangan terhadap Andrie Yunus. Perkubuan antara satu elit dengan elit lainnya kerap menimbulkan korban dari sipil," kata Usman.

Ia pun mendesak adanya investigasi serius untuk mengungkap apakah serangan ini terkait dengan ketegangan konflik di lingkaran elit politik.

Usman menjelaskan kalau bukan kali ini saja aktivis HAM dihantam teror, dalam sejarah, sudah banyak pihak yang kritis terhadap negara menjadi korban.

"Mulai dari pengeboman kantor di berbagai daerah hingga pembunuhan aktivis legendaris Munir, pola kekerasan ini terus berulang namun gagal memadamkan semangat perjuangan," tambahnya.

"Kepada para pelaku penyerang Andrie, kalian adalah para pengecut. Jangan pernah berpikir bahwa kami akan mundur selangkah pun. Rasa takut itu sudah kami kubur dalam-dalam," tegas Usman dengan nada tinggi.

Ia menyatakan bahwa satu-satunya yang mereka takuti di dunia ini hanyalah Tuhan, sementara ancaman fisik hanya akan membuat mereka bekerja lebih keras dan lebih berani demi penegakkan isu HAM di Indonesia.

Lebih lanjut, Usman mengkritik keras kinerja pemerintah yang dinilai tidak pernah dalam mengusut tuntas teror terhadap aktivis, akademisi, hingga influencer yang kritis.

Baginya, kasus Andrie Yunus adalah ujian nyata bagi profesionalisme Polri.

"Ini adalah ujian buat kepolisian. Kalau memang negara ini becus mengurus rakyatnya, buktikan dengan menangkap pelakunya dalam waktu singkat," ujarnya.

Meskipun serangan air keras tersebut meninggalkan dampak fisik yang luar biasa ganas dan bertujuan menciptakan horor di tengah masyarakat, Usman percaya bahwa rakyat Indonesia sudah cukup belajar dari sejarah dan tidak akan gentar menghadapi adu domba maupun stigma negatif.

Usman dengan semangat tetap menggelorakan seruan semangat agar para korban tidak diam dan terus melawan ketidakadilan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat