Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kembali menyebut perihal anggaran Rp100 miliar bukan untuk pembongkaran tiang monorel yang terbengkalai di Jalan HR Rasuna Said.
Anggaran sebesar itu, kata Pramono, adalah total alokasi untuk penataan kawasan, termasuk pembongkaran tiang monorel, pembuatan jalan, pedestrian, taman, dan lain sebagainya.
"Rp100 miliar itu secara keseluruhan buat selokan, buat jalan, taman, pedestrian, dan sebagainya," kata Pramono di Jakarta, Jumat (6/2/2026.
Pramono menambahkan masalah tiang monorel terbengkalai ini sudah 'macet' puluhan tahun, untuk itu ia meminta anak buahnya untuk mempercepat proses pembongkaran sesegera mungkin.
Ia pun meminta agar proses pembongkaran ditargetkan bisa selesai pada September 2026 mendatang dengan asumsi, 5 tiang per hari dibereskan.
"Kalau perlu 4-5 tiang sehari dan sekarang sudah dilakukan," tambahnya
Pramono melaporkan perkembangan proses pembongkaran yang saat ini seluruh tiang baja yang berdiri telah dibongkar dan memasuki fase pembersihan beton, setelah bagian besi hampir semuanya terpotong.
Untuk diketahui, tiang-tiang monorel merupakan sisa dari proyek monorel Jakarta yang dimulai pada awal 2000-an namun berhenti dan mangkrak selama lebih dari satu dekade.
Pramono menekankan proses pembersihan ini dilakukan untuk karena ingin dimulainya proyek revitalisasi kawasan sehingga Jalan HR Rasuna Said menjadi lebih lapang, aman, dan estetik, total anggaran sebesar Rp100 miliar, namun untuk pembersiah tiang monorel mangkrak hanya ratusan juta saja.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat