Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Menko Airlangga: Reformasi Struktural dan Integrasi Kawasan Jadi Penggerak Pertumbuhan Asia-Pasifik

        Menko Airlangga: Reformasi Struktural dan Integrasi Kawasan Jadi Penggerak Pertumbuhan Asia-Pasifik Kredit Foto: Kemenko Perekonomian
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pentingnya reformasi struktural dan integrasi ekonomi kawasan sebagai motor penggerak pertumbuhan inklusif Asia-Pasifik di tengah dinamika global yang terus berubah.

        Sinergi antara kebijakan pemerintah dan peran dunia usaha dinilai menjadi faktor kunci agar transformasi ekonomi dapat berjalan efektif serta memberi manfaat luas bagi masyarakat.

        “Kita berkumpul pada momen yang sangat penting, ketika lanskap ekonomi global menuntut lebih dari sekadar pemulihan, tetapi juga transformasi fundamental. Saat kita fokus 'Mempercepat Pertumbuhan Inklusif Regional Melalui Reformasi Struktural’, kita harus mengakui bahwa kekuatan kita terletak pada integrasi kita,” ujarnya saat menyampaikan Opening Remarks pada Opening Ceremony APEC Business Advisory Council (ABAC) Meeting I 2026 di Jakarta, dikutip dari siaran pers, Minggu (8/2).

        Dalam kesempatan tersebut, Airlangga menekankan bahwa ketahanan ekonomi Indonesia tidak muncul secara kebetulan, melainkan hasil dari kebijakan yang kuat, kredibel, dan konsisten.

        Baca Juga: Airlangga Sebut Ekonomi RI Lebih Kencang dari China

        Sepanjang 2025, ekonomi nasional tumbuh 5,11 persen, dengan pertumbuhan kuartal IV-2025 mencapai 5,39 persen secara tahunan (yoy). Capaian tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan kinerja ekonomi terbaik di kawasan APEC.

        “Indonesia tetap resilien, bukan karena kebetulan, tetapi karena kebijakan yang kuat dan kredibel yang terus dijalankan untuk memastikan pertumbuhan yang inklusif dan selaras dengan agenda reformasi,” tegas Menko Airlangga.

        Ia juga menjelaskan bahwa pertumbuhan tersebut berdampak langsung pada indikator kesejahteraan masyarakat. Tingkat kemiskinan tercatat turun menjadi 8,5 persen, pengangguran menurun ke level 4,9 persen, rasio ketimpangan membaik, dan Indeks Pembangunan Manusia meningkat.

        Hasil tersebut didorong oleh bauran kebijakan yang terkoordinasi, penguatan sinergi lintas sektor, serta komunikasi kebijakan yang konsisten.

        Dalam konteks kerja sama kawasan, Airlangga menuturkan bahwa Agenda Reformasi Struktural APEC 2026–2030 akan berfokus pada peningkatan persaingan usaha yang sehat, perbaikan iklim investasi, serta percepatan inovasi dan digitalisasi, termasuk pemberdayaan pelaku ekonomi.

        Melalui reformasi yang terkoordinasi dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, agenda tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, ketahanan, dan kemakmuran bersama, sekaligus memperkuat komitmen terhadap sistem perdagangan multilateral yang terbuka dan inklusif di bawah Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

        Baca Juga: Respons Outlook Negatif Moody’s, Airlangga: Mereka Perlu Penjelasan Pemerintah

        “Pertemuan hari ini menegaskan bahwa sinergi yang lebih erat antara Pemerintah dan kepemimpinan dunia usaha merupakan satu-satunya cara untuk menavigasi kompleksitas tantangan dekade ini, mari kita ambil ide-ide yang dibahas di sini, ubah menjadi cetak biru dan hasil yang dapat ditindaklanjuti dan bersama-sama kita dapat memastikan bahwa Asia-Pasifik tetap menjadi mesin utama pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan di dunia,” pungkas Menko Airlangga.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: