Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Geram Luar Biasa, Rusia Janji Tak Akan Biarkan Kuba 'Dicekik' Trump

        Geram Luar Biasa, Rusia Janji Tak Akan Biarkan Kuba 'Dicekik' Trump Kredit Foto: Getty Images
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Rusia menyuarakan kemarahannya terhadap kondisi pasokan bahan bakar yang semakin kritis di Kuba. Pihaknya menilai bahwa hal tersebut merupakan ulah dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

        Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan pihaknya menyadari kesulitan yang dihadapi Kuba. Ia terus menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah terkait melalui jalur diplomatik maupun saluran lainnya.

        Baca Juga: Tantang Donald Trump, Rusia: Kami Akan Terus Pasok Minyak ke Kuba!

        Peskov menegaskan ketidakpuasan pihaknya terhadap kondisi dari Kuba. Menurutnya, hal itu merupakan ulah dari Washington. Ia menyebut upaya mereka untuk “mencekik” perekonomian negara itutelah menimbulkan berbagai kesulitan serius bagi Havana.

        Menurut Peskov, Rusia saat ini tengah berdiskusi dengan otoritas setempat untuk mencari solusi atas krisis yang terjadi atau setidaknya memberikan bantuan yang memungkinkan guna meringankan dampaknya.

        Sebelumnya, Duta Besar Rusia untuk Kuba, Viktor Coronelli mengatakan pihaknya telah berulang kali memasok minyak ke Kuba. Ia menegaskan bahwa negaranya akan melanjutkan dukungan tersebut.

        Kuba di sisi lain memaparkan langkah-langkah untuk menghadapi krisis yang semakin dalam. Havana menegaskan tetap akan melanjutkan kebijakannya meski menghadapi tekanan dari Amerika Serikat.

        Baca Juga: Alasan China Ogah Batasi Senjata Nuklirnya Lewat Perjanjian New Start Rusia-AS

        Washington sebelumnya menyatakan negara tersebut sebagai “ancaman yang tidak biasa dan luar biasa” terhadap keamanan nasional dari AS.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: