Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Militerisasi Hingga Taiwan, Kemenangan Sanae Takaichi Cs Bakal Picu Ketegangan Baru China-Jepang

        Militerisasi Hingga Taiwan, Kemenangan Sanae Takaichi Cs Bakal Picu Ketegangan Baru China-Jepang Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kemenangan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi Cs dalam pemilihan umum berpotensi meningkatkan ketegangan diplomatik dengan China. Hal ini terjadi seiring menguatnya agenda keamanan dan pertahanan dari Tokyo.

        Takaichi berhasil memimpin koalisinya menang dengan telak dengan mengamankan hingga 352 dari total 465 kursi di Majelis Rendah Parlemen. Hasil ini secara signifikan melemahkan oposisi domestik terhadap kebijakan keamanan yang lebih keras, sekaligus membuka jalan bagi pemotongan pajak, peningkatan belanja militer, hingga revisi konstitusi pasifis dari Jepang.

        Baca Juga: Rezimnya Trump Lega Pemilu Jepang Dimenangkan Telak Koalisi Sanae Takaichi

        Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian menanggapi hal itu menegaskan bahwa kebijakannya tidak akan berubah untuk menghadapi Jepang. Namun, ia kembali mendesak mereka untuk menarik pernyataan terkait Taiwan.

        Sebelumnya,Takaichi menyatakan bahwa serangan terhadap wilayah tersebut dapat menjadi ancaman eksistensial bagi Jepang. Ia berpotensi memicu respons militer jika wilayahnya ikut terancam.

        China bereaksi keras terhadap pernyataan tersebut. Ia memperingatkan akan “mencegah kebangkitan kembali militerisme dari Jepang. China juga sempat memberlakukan langkah balasan ekonomi, termasuk pembatasan perjalanan ke Jepang dan pembatasan ekspor sejumlah material strategis.

        Diketahui, Takaichi menyatakan akan mempercepat agenda pertahanan, termasuk meningkatkan belanja militer hingga dua persen dari produk domestik bruto pada akhir Maret. Pemerintahannya juga berencana melonggarkan pembatasan ekspor senjata serta memperluas proyek pertahanan bersama dengan negara lain.

        Tokyo juga tengah menyiapkan strategi keamanan nasional baru yang diperkirakan rampung sebelum akhir tahun. Dokumen tersebut diproyeksikan akan mendorong percepatan belanja militer, sejalan dengan dorongan dari Amerika Serikat (AS).

        Jepang juga akan memperkuat stok amunisi dan merencanakan pembelian peralatan militer baru, termasuk drone, guna menghadapi potensi konflik berkepanjangan.

        “Negara-negara di dunia sedang bersiap menghadapi bentuk peperangan baru,” kata Takaichi.

        Ia menegaskan bahwa negara yang tidak memiliki tekad mempertahankan diri tidak akan mendapat bantuan saat krisis.

        Baca Juga: Koalisi Sanae Takaichi Menang Telak, Diproyeksi Kuasai Dua Pertiga Parlemen Jepang

        Kemenangan besar ini turut membuka peluang bagi langkah yang selama ini dianggap tabu, yakni revisi konstitusi pasifis dari Jepang. Meski demikian, perubahan tersebut masih memerlukan dukungan dua pertiga majelis tinggi serta persetujuan melalui referendum nasional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: