Taiwan Terancam Tarif 100% Gegara Tuntutan Tak Masuk Akal dari Trump
Kredit Foto: Reuters/Tyrone Siu
Taiwan menyatakan tidak mungkin memindahkan empat puluh persen kapasitas industri semikonduktor nasional ke Amerika Serikat (AS). Hal itu merupakan tuntutan tak masuk akal dari Rezim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Wakil Perdana Menteri Taiwan Cheng Li-chiun mengatakan pihaknya telah menyampaikan secara tega bahwa ekosistem semikonduktor negara tidak dapat direlokasi ke AS.
Baca Juga: 10 Hari Lagi, Trump Mengundang Pemimpin Dunia Anggota Board of Peace, Langsung Diminta Bayar Iuran
Menurut Cheng, industri semikonduktor negaranya akan terus berkembang secara lokal dan tetap menjadikan pihaknya sebagai basis utama produksi. Ia menegaskan bahwa kapasitas keseluruhan lokal justru akan terus meningkat.
Namun Cheng menyatakan tetap terbuka untuk memperluas kehadiran internasional, termasuk meningkatkan investasi di Amerika Serikat. Namun, ekspansi tersebut dilakukan dengan syarat industri semikonduktor tetap berakar kuat di Taiwan.
Adapun Taiwan dengan hal itu terancam tarif hingga seratus persen dari Trump. Sebelumnya, Menteri Perdagangan Amerika Serikat, Howard Lutnick sebelumnya menyebut pihaknya perlu membawa kembali produksi semikonduktor ke Amerika Serikat.
Lutnick menyatakan target pemerintah adalah menguasai empat puluh persen pangsa manufaktur semikonduktor kelas atas dari Taiwan. Ia memperingatkan bahwa jika hal itu tak terwujud, maka pihaknya bisa menerapkan tarif hingga seratus persen ke Taiwan.
Baca Juga: Bukannya Dukung, Trump Malah Enggak Akur Sama Atlet Olimpiade AS
Sebelumnya, Taiwan dan Amerika Serikat telah mencapai kesepakatan untuk menurunkan tarif ekspor negara itu kmenjadi 15%. Ia disertai komitmen investasi besar dari Taiwan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: