Xiaomi 18 Pro ‘Ultra Killer’ 2026 dengan Kamera 200 MP dan Snapdragon 8 Gen 3
Kredit Foto: Gemini/Wahyu Pratama
Xiaomi mulai menggeser strategi flagship dengan menghadirkan Xiaomi 18 Pro yang membawa banyak fitur kelas Ultra ke varian Pro, sehingga konsumen tidak perlu lagi membayar ekstra untuk kamera dan performa premium.
Bocoran spesifikasi menyebutkan Xiaomi 18 Pro akan membawa layar AMOLED 6,78 inci 1,5K dengan refresh rate 120 Hz dan peak brightness hingga 2.000 nits, memberikan pengalaman menonton dan gaming lebih imersif dibanding varian Pro sebelumnya.
Di sektor kamera, smartphone ini diprediksi menggunakan sensor utama 200 MP dengan dukungan optical zoom periskop, serta modul ultrawide 50 MP yang biasanya hanya ada di model Ultra, menghasilkan foto malam dan telephoto yang tajam serta kaya detail.
Kamera depan diperkirakan 32 MP dengan teknologi under-display, menjaga desain layar bersih sambil tetap mampu menghasilkan selfie berkualitas tinggi, mendekati performa flagship kamera-centric.
Performa Xiaomi 18 Pro ditopang oleh chipset Snapdragon 8 Gen 3 terbaru, dipadukan RAM hingga 16 GB dan penyimpanan internal 512 GB, menjanjikan multitasking dan gaming kelas atas tanpa kompromi.
Baterai 5.000 mAh dengan fast charging 120 W memungkinkan pengisian penuh kurang dari 25 menit, sementara wireless charging 50 W menambah fleksibilitas pengisian, fitur yang biasanya hanya ada di model Ultra.
Baca Juga: Xiaomi 18 Pro Bakal Pakai 2 Kamera 200MP, Intip Bocoran Desainnya
Xiaomi 18 Pro juga diprediksi memakai HyperOS 3 berbasis Android 16, menghadirkan AI on-device untuk foto, video, dan pengalaman UI lebih mulus dibanding generasi sebelumnya.
Dari sisi desain, Xiaomi 18 Pro hadir dengan build metal + kaca Gorilla Glass Victus+ dan pilihan warna premium, termasuk Violeta Cobalto, menegaskan kesan flagship tanpa label Ultra.
Fitur konektivitas lengkap meliputi 5G, Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4, NFC, dan USB-C, memastikan ponsel tetap relevan untuk komunikasi, game, dan produktivitas di 2026.
Harga prediksi untuk pasar Indonesia berada di kisaran Rp 13–16 juta untuk versi standar, menjadikannya lebih terjangkau dibanding model Ultra yang biasanya menyentuh Rp 20 juta ke atas.
Strategi ini memungkinkan Xiaomi menggaet konsumen yang ingin pengalaman flagship lengkap tanpa harus membayar ekstra untuk branding Ultra, sekaligus memberi tekanan kompetitif ke pabrikan lain.
Dengan membawa kamera, performa, dan layar kelas Ultra ke paket Pro, Xiaomi 18 Pro berpotensi menjadi “pembunuh Ultra” di segmen harga menengah-atas, terutama bagi pengguna yang cerdas soal value for money.
Pendekatan ini relevan untuk Gen Z dan content creator yang mencari kualitas visual tinggi tanpa kompromi di harga lebih masuk akal, sekaligus menyesuaikan tren global adopsi kamera premium di segmen non-Ultra.
Secara keseluruhan, Xiaomi 18 Pro menegaskan bahwa level kamera dan fitur flagship tidak harus eksklusif di model Ultra, melainkan bisa dibawa ke varian Pro, membentuk tren baru di pasar smartphone 2026.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: