Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Danantara Pangkas 66 Anak Usaha Telkom, BUMN Diperas Jadi 300

        Danantara Pangkas 66 Anak Usaha Telkom, BUMN Diperas Jadi 300 Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) akan merampingkan struktur bisnis PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) melalui strategi streamlining dan refocusing bisnis. 

        Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria, mengatakan Telkom saat ini memiliki sekitar 66 anak perusahaan yang bergerak di berbagai lini usaha. Ke depan, struktur tersebut akan disederhanakan secara signifikan dengan fokus pada empat unit bisnis utama.

        “Telkom ini punya kurang lebih 66 perusahaan, nantinya akan terjadi streamlining, dia akan kembali menjadi refocusingbisnisnya. Telkom nanti akan menjadi strategic holding, di bawah Telkom itu hanya akan ada 4 business unit,” ujar Dony di Hotel Kempinski, Jakarta, dikutip Rabu (11/2/2026).

        Baca Juga: Danantara Buka Keran IPO BUMN, Eksekusi Mulai 2027

        Empat unit bisnis tersebut meliputi Telkomsel sebagai pengelola telekomunikasi seluler; Infraco yang menangani infrastruktur serat optik; Mitratel yang berfokus pada bisnis menara telekomunikasi; serta bisnis pusat data (data center) yang akan menjadi tulang punggung layanan digital dan komputasi awan (cloud).

        Selain empat unit utama tersebut, Telkom juga akan mengembangkan satu bisnis infrastruktur pendukung untuk menopang keseluruhan ekosistem usaha di bawah holding.

        Dengan skema tersebut, anak usaha yang saat ini tersebar di berbagai level akan digabung dan dikonsolidasikan ke dalam unit-unit utama. “Sehingga nanti dari 66 perusahaan Telkom, itu sebaiknya akan tinggal kurang lebih belasan perusahaan aja,” kata Dony.

        Perampingan juga menyasar PT Pupuk Indonesia (Persero). Dari total 47 anak perusahaan saat ini, jumlahnya akan dipangkas menjadi hanya beberapa entitas yang memproduksi pupuk.

        “Semen juga sama, semen akan menutup 17 anak perusahaan semen. Jadi semua BUMN akan menghadapi perombakan tahun ini,” ujarnya.

        Langkah tersebut sejalan dengan restrukturisasi besar-besaran jumlah BUMN yang dilakukan Danantara. Dari total 1.043 perusahaan yang ada saat ini, jumlahnya akan dipangkas menjadi sekitar 300 perusahaan dan ditargetkan rampung pada 2026.

        “Kita punya 1.043 perusahaan, nanti tahun ini harus selesai menjadi tinggal 300 perusahaan,” kata Dony dalam Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

        Meski jumlah perusahaan berkurang signifikan, Danantara memastikan kebijakan tersebut tidak akan menimbulkan pemutusan hubungan kerja (PHK). Seluruh karyawan dipastikan tetap bekerja melalui proses konsolidasi.

        “Jangan khawatir, tidak akan terjadi PHK. Kenapa? Karena perusahaan akan dikonsolidasikan dan seluruh karyawannya akan ikut di dalam proses konsolidasi,” jelas Dony.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: