Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pengusaha Lokal Apresiasi Langkah Purbaya Tertibkan Industri Baja

        Pengusaha Lokal Apresiasi Langkah Purbaya Tertibkan Industri Baja Kredit Foto: WE
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Warta Ekonomi, Jakarta - Praktik nakal di industri baja nasional bikin geleng-geleng kepala.

        Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa blak-blakan mengungkap adanya kerugian negara yang mencapai Rp4 triliun per tahun, akibat penyelewengan pajak pada peredaran produk baja, atau yang akrab disebut 'besi banci.'

        Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perindustrian Saleh Husin mengungkapkan, para pelaku industri baja sebenarnya sudah mengadu ke Menkeu sejak Desember 2025 lalu.

        "Syukur alhamdulillah, dalam beberapa minggu terakhir ini ditindaklanjuti oleh Bapak Menteri Keuangan, Pak Purbaya."

        "Salah satunya soal besi banci di pasar," ungkap Saleh dalam Munas IISIA di Jakarta, Rabu (11/2/2026).

        Bukan kaleng-kaleng, laporan yang masuk menyebut banyak produsen baja yang mangkir bayar Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

        Akibatnya, negara tekor hingga Rp4 triliun tiap tahunnya.

        Purbaya sudah turun gunung melakukan inspeksi dadakan (sidak) ke pabrik baja di Cikupa, Tangerang, Banten, pada Kamis (5/2/2026).

        Hasilnya, bikin sesak napas. Hanya dari tiga perusahaan saja, potensi kerugian negara tembus Rp583,36 miliar!

        "Kalau kita lihat total sampai 40 perusahaan (yang menyeleweng), itu lumayan gede."

        "Prediksi kita Rp4-5 triliun berkurangnya income kita," beber Purbaya.

        Berdasarkan hasil penyidikan, ditemukan modus operandi yang cukup rapi.

        Perusahaan-perusahaan ini menjual produk langsung ke klien secara tunai (cash based) tanpa lewat rekening kantor.

        "Mereka melakukan transaksi tanpa memakai rekening perusahaan, tapi melalui rekening milik karyawan," ungkapnya.

        Dengan cara ini, mereka bisa menjual harga baja jauh lebih murah karena tidak membayar pajak.

        Alhasil, pengusaha baja yang jujur malah babak belur karena kalah saing.

        Ada kejadian menarik saat sidak di PT Power Steel Mandiri.

        Menkeu Purbaya gagal menemui pemilik pabrik, karena yang bersangkutan sudah kabur duluan sebelum petugas datang.

        "Nanti staf saya akan manggil yang punya."

        "Saya dengar yang punya sudah di-BAP berkali-kali," cetus Purbaya.

        Purbaya berjanji akan menyisir puluhan nama perusahaan lain yang terindikasi melakukan praktik serupa.

        "Ini memberikan sinyal ke para pemain itu, jangan melakukan hal seperti ini lagi!" tegasnya. (*)

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Yaspen Martinus

        Bagikan Artikel: