Kredit Foto: Cita Auliana
Kementerian Keuangan Republik Indonesia mencatat pemerintah telah menarik utang baru sebesar Rp127,2 triliun hingga 31 Januari 2026. Nilai tersebut setara 15,3% dari target pembiayaan utang dalam APBN 2026 yang ditetapkan sebesar Rp832,2 triliun.
Realisasi ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp153,33 triliun atau sekitar 23,7% dari target APBN 2025.
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyatakan pemerintah menerapkan strategi pembiayaan yang disiplin dan adaptif untuk menjaga stabilitas fiskal.
Baca Juga: Utang Luar Negeri RI Naik Lagi, Tembus US$431,7 Miliar
“Realisasi pembiayaan utang tercatat sebesar Rp127,3 triliun atau 15,3% dari target APBN 2026. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu, yaitu 23,7% dari target APBN,” kata Juda dalam konferensi pers APBN KiTa, Jakarta, Senin (23/2/2026).
Di sisi lain, pembiayaan non-utang pada awal tahun mencatat minus Rp22,2 triliun atau 15,6% dari rencana APBN yang ditargetkan minus Rp145,1 triliun.
Secara keseluruhan, realisasi pembiayaan hingga akhir Januari 2026 mencapai Rp105,06 triliun atau 15,2% dari target Rp689,15 triliun. Angka ini lebih rendah dibandingkan realisasi periode yang sama pada 2025 yang mencapai 29,6%.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: