Samsung Galaxy S26 Ultra Pakai Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Exynos 2600, Seberapa Gahar Performanya?
Kredit Foto: Wahyu Pratama
Samsung Galaxy S26 Ultra diproyeksikan menjadi salah satu seri paling menentukan di pasar flagship Android 2026 karena fokusnya bergeser dari sekadar desain ke fondasi performa chipset.
Sorotan utama tertuju pada penggunaan Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Exynos 2600 yang disebut-sebut menjadi otak utama lini Galaxy S26.
Pendekatan ini menandai strategi Samsung yang semakin menempatkan performa komputasi dan kecerdasan buatan sebagai nilai jual utama.
Galaxy S26 Ultra dilaporkan akan memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5 secara global sehingga pengguna di berbagai negara mendapat standar performa yang sama.
Konsistensi ini penting karena pada generasi sebelumnya perbedaan chipset regional sering memicu perdebatan soal performa.
Snapdragon 8 Elite Gen 5 diposisikan sebagai chipset Android paling bertenaga di 2026 dengan fokus pada CPU, GPU, dan akselerasi AI.
Chip ini dirancang untuk menangani gaming berat, multitasking ekstrem, dan pemrosesan AI on-device tanpa ketergantungan penuh pada cloud.
Efisiensi daya juga menjadi sorotan karena performa tinggi kini harus diimbangi konsumsi energi yang lebih terkendali.
Sementara itu Galaxy S26 dan S26 Plus dikabarkan akan mengandalkan Exynos 2600 di banyak pasar global.
Exynos 2600 menjadi menarik karena menggunakan fabrikasi 2nm berbasis GAA yang menandai lompatan teknologi manufaktur Samsung.
Proses 2nm memungkinkan peningkatan performa CPU yang dilaporkan signifikan dibanding generasi sebelumnya.
Baca Juga: Estimasi Harga Samsung Galaxy S26 Ultra di Indonesia yang Tembus Rp24 Juta
Kemampuan AI di Exynos 2600 juga disebut meningkat drastis sehingga perangkat lebih siap menjalankan fitur cerdas generasi baru.
Kehadiran dua chipset ini menunjukkan Samsung tidak hanya mengejar angka performa mentah tetapi juga keseimbangan efisiensi.
Bagi pengguna, kombinasi ini berarti aplikasi berat, fotografi komputasional, dan fitur AI bisa berjalan lebih responsif.
Ekosistem aplikasi masa depan yang makin bergantung pada AI membuat fondasi chipset menjadi faktor krusial.
Seri Galaxy S26 pada akhirnya diposisikan bukan sekadar ponsel cepat, melainkan perangkat komputasi pribadi berbasis AI.
Jika arah ini konsisten hingga rilis resmi, Galaxy S26 berpotensi menjadi tolok ukur baru performa Android 2026.
Persaingan flagship tahun depan pun kemungkinan besar tidak lagi soal kamera atau layar saja, tetapi siapa paling siap menyambut era komputasi AI di genggaman.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: