Saat Sekutu Barat Bicara 'yang Terbaik untuk Rakyat Iran' di Balik Serangan AS-Israel
Kredit Foto: Reuters
Mantan Menteri Pertahanan Inggris, Tobias Ellwood, menilai situasi konflik yang sedang berlangsung di Iran dapat menjadi momentum penting bagi komunitas internasional untuk membantu negara tersebut memulai babak baru dalam sejarahnya.
Menurut Ellwood, di tengah eskalasi militer yang dipimpin Amerika Serikat dan melibatkan Israel, dunia perlu mulai memikirkan skenario masa depan Iran setelah konflik berakhir.
Ia menekankan pentingnya memastikan transisi politik tidak berujung pada kekosongan kekuasaan.
"Jangan sekadar mengganti satu rezim otoriter dengan rezim lainnya," kata Ellwood disitat dari Skynews.
Ellwood juga sempat menyinggung kekecewaan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap sikap Perdana Menteri Inggris Keir Starmer yang dinilai Trump pemerintah Inggris tidak memberikan dukungan penuh kepada Washington, terutama terkait izin penggunaan pangkalan militer.
Menanggapi hal tersebut, Ellwood menyatakan bahwa Inggris tetap harus menjunjung hukum internasional. Namun, menurutnya dinamika geopolitik telah berubah sejak konflik militer dimulai.
Ia menilai situasi saat ini menuntut negara-negara sekutu Barat untuk menunjukkan solidaritas yang lebih kuat kepada Amerika Serikat.
"Dinamika telah berpindah ke tempat yang baru sejak bom pertama dijatuhkan. Kita perlu berada di belakang Amerika sekarang,” ujarnya.
Ellwood juga memperingatkan risiko munculnya skenario seperti di Venezuela, yakni ketika rezim lama tetap bertahan tetapi hanya berada di bawah “manajemen baru”.
Menurutnya, kesepakatan politik yang hanya bertujuan membatasi program nuklir Iran atau mengurangi dukungan terhadap milisi proksi Iran tidak akan memberikan stabilitas jangka panjang bagi kawasan Timur Tengah.
Ia menilai jika rezim saat ini dibiarkan bertahan, mereka hanya akan menunda ambisi strategisnya untuk beberapa tahun sebelum kembali melanjutkan program yang sama.
"Itu bukan keinginan rakyat Iran dan tidak akan memberikan stabilitas,” tegasnya.
Transisi Harus Berbasis Rakyat
Ellwood juga mengingatkan risiko terjadinya perang saudara atau munculnya diktator militer baru jika proses transisi tidak dikelola secara hati-hati.
Ia mengusulkan mekanisme transisi harus memastikan bahwa militer Iran tetap berada di barak, sementara proses politik dibuka untuk menyusun konstitusi baru yang mencerminkan aspirasi rakyat Iran.
Menurutnya, perubahan politik di Iran tidak boleh sekadar mengganti kepemimpinan teokratis dengan pemerintahan militer.
"Jangan sampai kita hanya menukar pemimpin teokratis dengan pemimpin militer. Harus ada upaya diplomatik untuk memungkinkan Iran bertransformasi bersama rakyatnya,” kata Ellwood.
Ia menambahkan bahwa saat ini adalah kesempatan bagi dunia internasional untuk membantu Iran memperoleh “napas baru” dan tidak boleh muncul lagi dalam satu generasi ke depan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: