Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tutup Tahun 2025, Permata Bank (BNLI) Cetak Laba Rp3,6 Triliun

        Tutup Tahun 2025, Permata Bank (BNLI) Cetak Laba Rp3,6 Triliun Kredit Foto: PermataBank
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Bank Permata Tbk (BNLI) atau Permata Bank menutup tahun 2025 dengan kinerja yang tetap bertumbuh di tengah dinamika ekonomi dan industri perbankan. Laba setelah pajak tercatat mencapai Rp3,6 triliun, mencerminkan fundamental yang tetap kuat sepanjang tahun.

        Dari sisi pendapatan, bank membukukan kenaikan 3,8% menjadi Rp12,6 triliun. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh lonjakan pendapatan non bunga yang meningkat signifikan sebesar 34,1% menjadi Rp2,6 triliun.

        Sementara itu, penyaluran kredit tumbuh 5,5% secara tahunan (YoY) menjadi Rp163,3 triliun, dengan kualitas aset tetap terjaga stabil. Rasio NPL Gross tercatat di level 2,1%.

        “Permata Bank terus menjaga momentum pertumbuhan dengan tetap disiplin, prudent, dan konsisten menempatkan nasabah sebagai pusat dari setiap rencana dan keputusan. Kinerja kami mencerminkan fundamental yang resilien terlihat dari pertumbuhan pendapatan, kualitas aset yang terjaga, serta komitmen untuk terus memperkuat kepercayaan nasabah," ujar Meliza M. Rusli, Direktur Utama Permata Bank. 

        Baca Juga: Permata Bank Bidik Kredit Konsumer Tumbuh 10% di 2026

        "Kami meyakini bahwa pertumbuhan berkelanjutan tidak semata ditentukan oleh skala, melainkan oleh relevansi, dengan menjadi bank pilihan utama nasabah untuk memenuhi kebutuhan keuangan sehari -hari, bisnis, dan keluarga mereka. Melalui penguatan kapabilitas digital, inovasi produk, dan peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan, kami membangun bank yang bertumbuh secara bertanggung jawab, tetap dekat dengan nasabah, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," tambahnya. 

        Di tengah kondisi geopolitik dan ekonomi yang semakin dinamis, Permata Bank juga menjaga struktur likuiditas secara disiplin. Rasio Loan-to-Deposit (LDR) tercatat sebesar 84,5% pada akhir 2025, mencerminkan pengelolaan neraca yang optimal.

        Rasio likuiditas berbasis Basel III pun jauh di atas ambang minimum 100%, dengan Liquidity Coverage Ratio (LCR) rata-rata mencapai 296,5% dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 126,8% per akhir Desember 2025.

        Total aset bank meningkat 3,6% YoY menjadi Rp268,3 triliun pada akhir 2025. Dari sisi pendanaan, simpanan nasabah tumbuh 3,9% YoY menjadi Rp192,8 triliun, terutama didorong oleh pertumbuhan CASA sebesar 20,1%. Rasio CASA pun naik signifikan menjadi 63,9%, dibandingkan 55,3% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

        Baca Juga: Masuk Industri BNPL, Permata Bank Siapkan Produk Paylater

        Kinerja positif juga terlihat di Unit Usaha Syariah (UUS). Laba Operasional sebelum Provisi sebesar Rp785,3 miliar, tumbuh 8,1% YoY. Simpanan nasabah mencapai Rp27,0 triliun, dengan pertumbuhan CASA sebesar 13,4% YoY. Hal ini mendorong rasio CASA UUS meningkat menjadi 73,6%, melampaui rata-rata industri perbankan syariah nasional. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: