Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        AS Siap Tampung 'Pengkhianat' China, Janjikan Masa Depan Cerah

        AS Siap Tampung 'Pengkhianat' China, Janjikan Masa Depan Cerah Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Badan Intelijen Amerika Serikat (AS) Central Intelligence Agency (CIA) meluncurkan video publik baru yang menargetkan calon informan dari kalangan militer di China. Langkah ini diambil untuk memanfaatkan potensi perpecahan internal dalam tubuh dari People Liberation Army (PLA).

        Video tersebut menampilkan sosok fiktif seorang perwira menengah militer yang digambarkan kecewa dan terpinggirkan. Ini menjadi bagian terbaru dari upaya pengumpulan intelijen yang dilakukan oleh AS.

        Baca Juga: Distribusi Jadi Kunci Stabilitas Harga, Pos Indonesia Ambil Peran Strategis di GPIPS Sumatera 2026

        Direktur Central Intelligence Agency John Ratcliffe mengatakan video-video tersebut telah menjangkau banyak warga dari China. Ia menegaskan lembaganya akan terus menawarkan pejabat pemerintah dari negara rivalnya itu untuk kesempatan untuk bekerja menuju masa depan yang lebih baik bersama.

        Upaya ini mengikuti kampanye serupa yang diluncurkan pada Mei tahun lalu, yang menampilkan karakter fiktif dari internal Partai Komunis China. Kampanye tersebut bahkan menyertakan panduan rinci berbahasa Mandarin tentang cara menghubungi intelijen AS secara aman.

        Langkah ini muncul di tengah gejolak internal militer China. Sebelumnya, Kementerian Pertahanan China mengumumkan penyelidikan terhadap Wakil Ketua Central Military Commission (CMC) Zhang Youxia. Kasus ini menjadi salah satu penyingkiran pejabat militer tertinggi paling mencolok dalam beberapa dekade terakhir.

        Baca Juga: China Tuntut Israel Minggat dari West Bank Palestina

        Video singkat terbaru ini dinilai bertujuan mengeksploitasi dampak politik domestik dari kampanye antikorupsi yang telah berlangsung bertahun-tahun. Penindakan tersebut tidak hanya menyasar satu individu, tetapi juga menjangkau jajaran atas dari People's Liberation Army (PLA).

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: