Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Usai Rentetan Pengunduran Diri, Prabowo: Tidak Ada Pejabat yang Tak Bisa Digantikan

        Usai Rentetan Pengunduran Diri, Prabowo: Tidak Ada Pejabat yang Tak Bisa Digantikan Kredit Foto: Youtube Setpres
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan percepatan regenerasi birokrasi dan memberi kewenangan penuh kepada kementerian, lembaga, serta holding BUMN untuk mengganti pejabat yang tidak berkinerja atau melanggar aturan.

        Ia jugat telah secara langsung menginstruksikan Danantara, BP BUMN, Kementerian PANRB, serta seluruh kementerian dan lembaga agar menggunakan kewenangan tersebut tanpa ragu.

        “Saya perintahkan kepada Danantara, BP BUMN, Menpan RB, semua menteri dan K/L beri wewenang penuh untuk mengganti semua pejabat-pejabat yang tidak perform dengan baik atau yang melanggar,” katanya, dalam Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2/2026), 

        Ia menegaskan tidak ada pejabat yang tidak bisa digantikan. Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan infrastruktur pendidikan khusus untuk mencetak generasi birokrat baru yang akan mengambil alih kepemimpinan nasional.

        Baca Juga: Prabowo Perintahkan OJK Sikat Praktik Manipulasi Pasar Modal

        “Birokrat yang tidak mau menyesuaikan, kita akan melakukan regenerasi. Saya sudah siapkan institusi pendidikan. Kita bangun universitas baru, lembaga khusus pemerintahan. Putra-putri kita terbaik akan kita godok untuk ambil alih kepemimpinan. There is nobody there is cannot be replace,” ujar Prabowo.

        Prabowo turut menyampaikan apresiasi kepada aparat penegak hukum atas kerja penindakan yang dilakukan dalam beberapa waktu terakhir.

        “Saya terima kasih kepada semua penegak hukum yang telah bekerja keras,” ujarnya.

        Pernyataan tersebut disampaikan setelah pada Jumat (30/1/2026) terjadi rangkaian pengunduran diri pejabat tinggi di sektor keuangan dalam satu hari. Pada pagi hari, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Iman Rachman mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya.

        Baca Juga: Gonjang-ganjing Ekonomi Jadi Sorotan, Airlangga Beberkan Data ke Prabowo

        Iman menyatakan langkah tersebut sebagai bentuk tanggung jawab atas kondisi pasar modal Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Pada hari yang sama sekitar pukul 18.30 WIB, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Mahendra Siregarjuga mengumumkan pengunduran diri bersama Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi, serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK IB Aditya Jayaantara.

        Mahendra menyatakan pengunduran diri tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk mendukung langkah-langkah pemulihan yang diperlukan di sektor keuangan. Tak lama berselang, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara juga menyampaikan pengunduran diri sebagaimana diumumkan melalui siaran pers pada pukul 21.00 WIB.

        Selain OJK dan BEI, perombakan juga terjadi di bank sentral dan otoritas fiskal. Di Bank Indonesia, Thomas Djiwandono bertukar posisi dengan Juda Agung, yang berpindah ke Kementerian Keuangan sebagai Wakil Menteri Keuangan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: