Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Zulhas Klaim Program Pangan 2026 Hampir Tuntas, Fokus Perkuat Protein dan Ekonomi Desa

        Zulhas Klaim Program Pangan 2026 Hampir Tuntas, Fokus Perkuat Protein dan Ekonomi Desa Kredit Foto: WE
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas, mengklaim bahwa sejumlah program unggulan pemerintah di sektor pangan tahun ini hampir seluruhnya tuntas. Capaian signifikan telah diraih pada komoditas sumber karbohidrat dengan surplus produksi yang diklaim menembus lebih dari 4 juta ton.

        "Pertama, kita pangan, soal sumber pangan, karbohidrat sudah selesai, kita sudah surplus 4 juta lebih,” ujar Zulhas dalam konferensi pers Economic Outlook 2026, di Wisma Danantara, Jakarta, dikutip Sabtu (14/2/2026/

        Memasuki paruh kedua tahun ini, pemerintah akan fokus pada penguatan produksi dan distribusi protein, seperti ikan, telur, dan ayam. Zulhas menyebut akan ada gerakan usaha rakyat yang masif di tingkat kecamatan hingga desa guna mendukung ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan bergizi tersebut.

        "Itu luar biasa nanti gerakan usaha rakyat di kecamatan, di desa-desa," klaim Zulhas.

        Selain itu, Zulhas mengungkapkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun ini ditargetkan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat. Menurutnya, angka tersebut akan memberikan efek berganda terhadap perekonomian rakyat.

        “Bayangkan dampaknya terhadap ekonomi kerakyatan. Ada telur, ada sayur, ada buah, itu luar biasa,” katanya.

        Sebagai pendukung utama ekosistem usaha rakyat, pemerintah juga menargetkan pembangunan 30.000 Koperasi Desa (Kopdes) hingga Desember tahun ini. Zulhas memperkirakan keberadaan Kopdes tersebut akan menyerap sekitar 600 ribu tenaga kerja.

        Koperasi-koperasi ini nantinya akan berfungsi sebagai pusat distribusi dan penampung hasil pertanian serta produk usaha kecil dan menengah (UKM) di desa-desa. Dengan demikian, hasil produksi masyarakat dapat terserap secara optimal dan memiliki akses pasar yang lebih luas.

        "Itu akan menyerap kira-kira 600 ribu tenaga kerja, yang akan menampung nanti hasil pertanian usaha kecil menengah yang ada di desa-desa," ungkapnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Ferry Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: