Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Secanggih Apa Dua Kapal yang Dikirim Trump Mendekati Iran?

        Secanggih Apa Dua Kapal yang Dikirim Trump Mendekati Iran? Kredit Foto: Seaforces
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Di tengah alotnya negosiasi antara pemerintahan Washington dan Iran terkait program nuklir, Amerika Serikat memerintahkan kapal induk tercanggihnya, USS Gerald R. Ford (CVN-78), untuk berlayar menuju perairan Timur Tengah. Kehadiran Ford akan memperkuat USS Abraham Lincoln (CVN-72) yang telah lebih dulu merapat di Laut Arab.

        Langkah ini diambil di tengah alotnya negosiasi antara pemerintahan Washington dan Teheran terkait Program Nuklir Teheran. 

        Dengan bergabungnya dua kapal induk superpower ini, Angkatan Laut AS kini memiliki dua gugus tempur kapal induk (Carrier Strike Group) penuh di wilayah yang sama. Lantas, seperti apa dahsyatnya kekuatan yang bisa dikerahkan jika konflik bersenjata dengan Iran benar-benar terjadi?

        Fokus utama tertuju pada kapal induk generasi terbaru kelas Ford atau bertenaga nuklir, USS Gerald R. Ford. Berbeda dengan pendahulunya, kapal ini dilengkapi dengan teknologi mutakhir yang meningkatkan kemampuannya. Kapal seharga miliaran dolar ini mampu meluncurkan serangan hingga 160 sorti per hari.

        Angka ini merupakan lompatan 33 persen lebih tinggi dibanding kapal induk kelas Nimitz seperti USS Abraham Lincoln, berkat implementasi Electromagnetic Aircraft Launch System (EMALS). Sistem peluncuran elektromagnetik yang dimilikinya menggantikan sistem ketapel uap konvensional, sehingga memungkinkan peluncuran pesawat yang lebih halus, lebih efisien, dan dengan rentang berat pesawat yang lebih beragam.

        Jika perang pecah, tahap pertama serangan kemungkinan besar akan didominasi oleh operasi udara ofensif. Berikut adalah rincian kekuatan yang bisa diterjunkan berdasarkan spesifikasi kapal dan pesawat:

        Jet tempur siluman F-35C Lightning II yang diangkut oleh kedua kapal akan menjadi garda terdepan. Pesawat ini dirancang khusus untuk operasi berbasis kapal induk dan memiliki kemampuan untuk menembus pertahanan udara tercanggih sekalipun tanpa terdeteksi, menjadikannya platform ideal untuk menyerang target militer strategis jauh di pedalaman Iran.

        Sebelum gelombang serangan utama dilancarkan, skuadron udara AS akan mengerahkan pesawat peperangan elektronik EA-18G Growler. Pesawat ini berperan krusial dalam mengacaukan frekuensi komunikasi dan melumpuhkan sistem radar musuh, termasuk sistem pertahanan udara jarak jauh milik Iran, seperti sistem Bavar-373. Ketika radar "dibutakan", ruang udara menjadi lebih aman bagi gelombang serangan berikutnya.

        Setelah pertahanan udara Iran dilumpuhkan, pesawat serang utama F/A-18E/F Super Hornet akan bergerak masuk. Pesawat multiperan ini dapat membawa berbagai amunisi presisi, termasuk bom berpemandu laser dan bom penghancur bunker (bunker buster) yang dirancang untuk menghancurkan fasilitas militer bawah tanah yang diperkuat.

        Baca Juga: NATO Terancam Hancur Gegara Omongannya Trump

        Serangan tidak hanya datang dari udara. Kapal perusak kelas Arleigh Burke yang mengawal kapal induk, dipersenjatai dengan rudal jelajah Tomahawk. Rudal ini mampu menghantam target darat strategis hingga jarak lebih dari 1.600 kilometer tanpa membahayakan nyawa pilot, memberikan dimensi serangan lain yang mematikan.

        Pada Oktober lalu, kapal induk raksasa tersebut dikerahkan dari Laut Mediterania ke Karibia. Kini, kapal ini diperkirakan akan tiba di Timur Tengah pada akhir bulan Februari ini, siap untuk memperkuat postur militer AS di kawasan.

        USS Gerald R. Ford dan USS Abraham Lincoln ditenagai oleh dua reaktor nuklir, kedua kapal ini secara teori memiliki jangkauan tak terbatas dan mampu bertahan di laut tanpa batas waktu, hanya dibatasi oleh persediaan makanan dan kelelahan awak kapal. Mereka dapat mempertahankan operasi udara siang dan malam secara terus-menerus sampai misi dinyatakan selesai.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: