Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        11 Ton Gula Aren Organik Produksi Desa Sejahtera Astra di Pacitan Tembus Pasar Malaysia, Belanda, dan Australia

        11 Ton Gula Aren Organik Produksi Desa Sejahtera Astra di Pacitan Tembus Pasar Malaysia, Belanda, dan Australia Kredit Foto: Astra
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Komoditas gula aren organik asal Desa Sejahtera Astra Temon, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, resmi dilepas untuk memenuhi permintaan pasar internasional. Pelepasan ekspor dilakukan pada Kamis (12/2/2025) dengan total volume mencapai lebih dari 11 ton senilai ratusan juta rupiah.

        Produk gula aren olahan dari Pacitan tersebut akan dikirim ke tiga negara, yaitu Malaysia, Belanda, dan Australia. Rinciannya, sebanyak 10 ton gula aren diekspor ke Malaysia dengan nilai transaksi sekitar Rp400 juta. Sementara itu, pasar Eropa dan Australia juga menjadi tujuan dengan masing-masing pengiriman 1 ton ke Belanda senilai Rp67,5 juta dan 500 kilogram ke Australia senilai Rp67,5 juta.

        Keberhasilan menembus pasar ekspor ini tidak lepas dari pendampingan intensif yang dilakukan oleh PT Astra International Tbk melalui Program Desa Sejahtera Astra. Sejak tahun 2025, Astra bersama Kelompok Tani Temon Agro Lestari membina 400 warga dari lima desa, yaitu Temon, Karanggede, Karangrejo, Gondang, dan Ngreco untuk mengembangkan produk aren bernilai jual tinggi.

        Pembinaan tidak hanya sebatas pelatihan produksi, tetapi juga menyentuh aspek kualitas yang menjadi syarat mutlak ekspor. Para petani dibekali pelatihan pra-SNI organik, penerapan Internal Control System (ICS) Organik, hingga audit Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP). Fasilitas produksi seperti dapur bersih petani pun direvitalisasi untuk memastikan keamanan pangan sesuai standar internasional.

        Hasilnya, produk gula aren yang dikembangkan dalam berbagai bentuk, yaitu cetak, semut, cair, dan mini cube berhasil mengantongi sertifikasi mutu. "Program ini mencatat peningkatan pendapatan petani hingga 50–70 persen dengan 100 persen produk terserap pasar baik lokal maupun global," demikian tertulis dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.

        Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, yang hadir langsung melepas ekspor, mengapresiasi kolaborasi lintas sektor ini. Ia menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan untuk menciptakan kemandirian ekonomi desa.

        "Kami mengapresiasi komitmen Astra yang secara konsisten mendampingi desa hingga mampu meningkatkan kapasitas usaha dan menembus pasar ekspor. Ke depan, kami berharap kolaborasi ini dapat terus diperkuat demi mendorong kemandirian ekonomi desa dan kemajuan negeri yang kita cintai," ujar Yandri dalam sambutannya.

        Baca Juga: Penjualan Mobil Astra Capai 34.867 Unit Naik 0,97% di Januari 2026

        Sementara itu, Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto, menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari upaya perusahaan untuk memperluas jangkauan pasar produk unggulan desa ke kancah global.

        "Langkah ini menjadi tonggak penting bagi Astra dalam memperluas jangkauan pasar produk unggulan Desa Sejahtera Astra ke pasar global... mendukung kolaborasi lintas sektor, serta penguatan kualitas produk yang diharapkan dapat membuka peluang pasar yang lebih luas serta dapat memberikan manfaat ekonomi yang nyata dan berkelanjutan," ujar Boy.

        Ekspor perdana dari Pacitan ini menambah panjang catatan sukses program Desa Sejahtera Astra yang telah berjalan sejak 2018. Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau 1.280 desa di 35 provinsi. Dari jumlah tersebut, 548 desa telah berhasil melakukan ekspor dengan total nilai mencapai Rp411 miliar sepanjang periode 2021-2025.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: