Xi Jinping Ubah Arah Ekonomi China, Konsumsi Domestik Jadi Mesin Utama
Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
Presiden China Xi Jinping menegaskan strategi mengandalkan konsumsi domestik sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi China di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Xi menyatakan China harus mengoordinasikan upaya peningkatan konsumsi dan ekspansi investasi, sekaligus memaksimalkan keunggulan pasar domestik berskala sangat besar. “Kita harus fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, memperkuat pendorong pertumbuhan masa depan, dan menstabilkan investasi,” ujarnya dalam pidato pada Central Economic Work Conference Desember lalu dan dipublikasikan di situs Qiushi, jurnal resmi Partai Komunis China, dikutip Senin (16/2/2026).
Baca Juga: Dikhianati Dua Elitenya, Xi Jinping 'Curhat' Depan Militer China: Setahun Terakhir Penuh Tantangan
Arah kebijakan tersebut menunjukkan kesiapan Beijing menghadapi risiko eksternal yang kian besar, meskipun China mencatatkan surplus perdagangan tertinggi sepanjang sejarah di tengah perang tarif dengan Amerika Serikat. Pemerintah menilai model pertumbuhan berbasis ekspor kian sulit dipertahankan di tengah meningkatnya proteksionisme global.
Pada 2025, ekonomi China tumbuh 5%, dengan lonjakan ekspor menutup pelemahan konsumsi domestik serta penurunan tajam investasi swasta. Ketimpangan struktur pertumbuhan ini dinilai tidak berkelanjutan jika tekanan geopolitik dan perdagangan terus meningkat.
Sejalan dengan itu, Xi menegaskan komitmen pemerintah untuk membangun sektor konsumsi sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi, sembari tetap mengandalkan industri-industri baru berbasis teknologi dan inovasi. “Kami akan tetap berpegang pada pembangunan yang digerakkan oleh inovasi dan mempercepat pembentukan serta penguatan sumber pertumbuhan baru,” kata Xi.
Baca Juga: Xi Jinping: China Tidak Akan Pernah Menjadi Ancaman bagi Negara Lain
Upaya mendorong permintaan domestik juga mencakup rencana peningkatan pendapatan dan pensiun dasar bagi penduduk perkotaan dan pedesaan, serta memperbesar porsi proyek investasi yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat daya beli rumah tangga sekaligus menopang pertumbuhan jangka menengah.
Sejumlah pejabat tinggi, termasuk Wakil Perdana Menteri He Lifeng, sebelumnya juga menyinggung kemungkinan perluasan akses ke pasar domestik China guna mengurangi ketidakseimbangan perdagangan dengan mitra global.
Selain konsumsi, Xi menekankan prioritas lain, seperti mendorong pembangunan berkualitas tinggi, melanjutkan keterbukaan ekonomi, serta mempercepat transisi hijau. Ia juga meminta pejabat menekan persaingan tidak sehat antarperusahaan yang dikenal sebagai kampanye “anti-involution”.
Stabilisasi sektor properti dan pasar tenaga kerja turut menjadi perhatian, terutama untuk lulusan baru dan pekerja migran. Pemerintah sebelumnya menyatakan akan mempertahankan dukungan ekonomi, namun menahan diri dari stimulus besar-besaran, dengan menjaga defisit anggaran dan belanja pemerintah pada tingkat yang dinilai “perlu” pada 2026.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: