Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Jadi Segini, Manuver Iran Bikin Meroket Harga Minyak Hari Ini (19/2)

        Jadi Segini, Manuver Iran Bikin Meroket Harga Minyak Hari Ini (19/2) Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Harga minyak dunia ditutup menguat tajam pada perdagangan pagi hari di Kamis (19/2). Hal ini terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan global akibat ketegangan geopolitik dari Eropa dan Timur Tengah.

        Terbaru, Brent Crude Futures ditutup melonjak 4,35% ke US$70,35. Sementara West Texas Intermediate (WTI) naik 4,59% ke US$65,19.

        Baca Juga: PHR Pompa 1.274 Barel Minyak per Hari dari Sumur Libo SE #86

        Lonjakan harga minyak dipicu oleh meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah. Israel dilaporkan menaikkan status kewaspadaan menyusul indikasi meningkatnya kemungkinan serangan dan manuver balasan dari Iran.

        Iran dan Rusia di sisi lain juga dilaporkan akan menggelar latihan angkatan laut bersama di Laut Oman dan Samudra Hindia. Teheran sebelumnya juga dilaporkan telah melakukan penutupan sementara sebagian jalur di Selat Hormuz.

        Ketegangan tersebut memperbesar kekhawatiran pasar terhadap potensi terganggunya arus ekspor minyak dari Timur Tengah. Ia selama ini menyumbang porsi signifikan pasokan energi dunia.

        Dari Eropa, pasar menyoroti negosiasi damai yang dilakukan oleh Rusia dan Ukraina. Negosiasi Kiev dan Moskow tidak menghasilkan kesepakatan namun membuka tabir mulai goyahnya dukungan dari Amerika Serikat (AS) ke Ukraina.

        Baca Juga: Zelenskiy: Ukraina Tidak Akan Pernah Memaafkan Amerika Serikat (AS)

        Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyayangkan tekanan terhadapnya, yang dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Zelenskiy mengatakan tidak adil jika pihaknya yang selalu mendapatkan tekanan dari sekutunya sendiri. 

        Rusia juga menurutnya sengaja mengulur waktu dalam upaya perdamaian yang dimediasi oleh Amerika Serikat (AS). Hal ini menyusul sejumlah manuver dari rivalnya itu, salah satunya adalah penggantian negosiator dari Moskow.

        Baca Juga: PBB Soroti Amerika Serikat (AS), Kasus Jeffrey Epstein Bisa Jadi Kejahatan Kemanusiaan

        Selain faktor geopolitik, investor juga akan mencermati laporan persediaan minyak dari American Petroleum Institute (API) dan Energy Information Administration (EIA). Laporan keduanya dapat memberikan gambaran lanjutan mengenai keseimbangan pasokan dan permintaan minyak global.

        Baca Juga: Amerika Serikat (AS) Tunjukkan Bukti China Diam-diam Lakukan Pengembangan Senjata Nuklir

        Dengan meningkatnya ketegangan geopolitik dalam dua kawasan strategis sekaligus, pasar minyak dinilai kembali memasukkan premi risiko geopolitik ke dalam harga, membuka peluang volatilitas tetap tinggi dalam waktu dekat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: