Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Perundingan Iran-Amerika Serikat (AS) Berlanjut, Begini Nasib Harga Minyak Hari Ini (24/2)

Perundingan Iran-Amerika Serikat (AS) Berlanjut, Begini Nasib Harga Minyak Hari Ini (24/2) Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Harga minyak dunia bergerak melemah tipis pada perdagangan pagi di Selasa (24/2). Meski demikian, ia masih bertahan dalam level tinggi menyusul ketidakpastian tarif dan belum redanya potensi konflik dari Iran-Amerika Serikat (AS).

Kontrak Berjangka Brent turun 0,38% ke US$71,49. Sementara West Texas Intermediate (WTI) melemah 0,26% ke US$66,31.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Ikut Tandatangani Kesepakatan di Washington DC, Amankan Pasokan Minyak Mentah dan LPG 2026

Iran mengisyaratkan kesediaan memberikan konsesi atas program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi ekonomi dan pengakuan atas hak pengayaan uranium untuk tujuan damai dari Amerika Serikat.

AS sendiri masih membuka pintu dialog dengan Iran. Negosiasi putaran ketiga perundingan nuklir dijadwalkan berlangsung pekan ini di Jenewa.

Meski demikian, risiko eskalasi konflik militer dinilai masih tinggi. Kekhawatiran Perang Amerika Serikat-Iran tetap menopang harga minyak di level tinggi, mengingat posisi strategis negara tersebut di Timur Tengah.

Selain faktor geopolitik, pasar juga mencermati dampak putusan terkait tarif dari Mahkamah Agung Amerika Serikat. Pengadilan membatalkan sejumlah kebijakan tarif dan memicu ketidakpastian baru dalam kalangan investor dan pelaku usaha global.

Otoritas Bea dan Perlindungan Perbatasan AS (U.S. Customs and Border Protection) menyatakan akan menghentikan penarikan tarif yang diberlakukan berdasarkan International Emergency Economic Powers Act (IEEPA).

Namun Presiden Amerika Serikat, Donald Trump belum menyerah dalam menerapkan kebijakan tarif. Ia menaikkan tarif sementara menjadi 15%.

Baca Juga: Bulog Lipat Gandakan Stok Minyakita Jadi 70.000 Kiloliter Jelang Lebaran 2026

Kombinasi ketegangan geopolitik dan ketidakpastian kebijakan perdagangan membuat pasar minyak diperkirakan tetap berfluktuasi dalam jangka pendek, meski harga masih ditopang risiko gangguan pasokan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Bagikan Artikel: