Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Iran-Amerika Serikat (AS) Belum Tenang, Begini Arah Harga Minyak Hari Ini (23/2)

Iran-Amerika Serikat (AS) Belum Tenang, Begini Arah Harga Minyak Hari Ini (23/2) Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Harga minyak dunia diproyeksi bergerak relatif stabil pada perdagangan di Senin (23/2). Meski demikian, pergerakannya berpotensi menjadi dinamis menyusul ketidakpastian soal tarif dan potensi konflik dari Iran-Amerika Serikat (AS).

Dikutip dari Investing.com, Brent Crude terakhir ditutup menguat 0,14% ke US$71,76. Sementara West Texas Intermediate (WTI) melemah tipis 0,06% ke US$66,39.

Baca Juga: PBB Disurati, Iran Siap Meladeni Serangan Amerika Serikat (AS)

Investor tengah menantikan perkembangan terbaru dalam ketegangan dari Amerika Serikat dan Iran. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pekan lalu kembali memperingatkan bahwa hal-hal buruk akan terjadi jika tidak ada kesepakatan nuklir dari Iran-AS.

Iran di sisi lain menyatakan bahwa pihaknya tengah menyiapkan draf proposal balasan yang diperkirakan akan rampung dalam beberapa hari ke depan, menyusul perundingan nuklir terbaru.

Meski demikian, pasar waspada terhadap potensi konflik dari Iran-AS. Trump saat ini tengah mempertimbangkan opsi serangan militer terbatas terhadap Iran. Hal ini berpotensi menggantu pasukan minyak dari negara-negara di Timur Tengah.

Dari Amerika Serikat, Energy Information Administration (EIA) juga mengumumkan bahwa stok minyak mentah turun sekitar 9 juta barel. Hal itu terjadi seiring meningkatnya utilisasi kilang dan ekspor.

Adapun Supreme Court of the United States menyatakan penggunaan kewenangan darurat oleh  untuk menerapkan tarif perdagangan sebagai tidak konstitusional. Namun, Trump merespons hal tersebut dengan menetapkan tarif global naik menjadi 15%.

Baca Juga: Gegara Ketidapastian Tarif, Begini Nasib Harga Bitcoin (BTC) Hari Ini (23/2)

Dengan kombinasi ketegangan geopolitik dan pengetatan pasokan, investor memperkirakan harga minyak akan tetap sensitif dan bergerak fluktuatif dalam waktu dekat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Bagikan Artikel: