Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        DPR Dorong Eksekusi Nyata Pasca Indonesia Economic Outlook 2026

        DPR Dorong Eksekusi Nyata Pasca Indonesia Economic Outlook 2026 Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Gelaran Indonesia Economic Outlook 2026 yang dilaksanakan belum lama ini dinilai semakin memperjelas arah kebijakan ekonomi nasional.

        Pemerintah menegaskan fokus pada percepatan investasi strategis, hilirisasi, serta penguatan sektor riil sebagai fondasi pertumbuhan ke depan. Namun, parlemen mengingatkan bahwa arah besar tersebut tidak boleh berhenti pada wacana forum semata.

        Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai Indonesia tengah berada dalam fase krusial, yaitu menjaga laju pertumbuhan sekaligus membangun struktur ekonomi berbasis nilai tambah untuk jangka panjang. Menurutnya, investasi yang masuk harus memberikan dampak konkret bagi perekonomian nasional.

        “Indonesia membutuhkan investasi yang memberi dampak nyata, menciptakan industri, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan kapasitas nasional. Ini yang harus menjadi fokus agar pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan inklusif,” ujarnya merespons hasil forum tersebut.

        Dalam lanskap global yang semakin kompetitif, ia menekankan pentingnya percepatan pembangunan kekuatan industri domestik, terutama di sektor energi, mineral kritis, pangan, dan teknologi. Pada titik ini, kesiapan institusi serta konsistensi kebijakan menjadi faktor penentu keberhasilan.

        Baca Juga: Moody’s Pukul Outlook RI, Prabowo Respons Lewat Indonesia Economic Outlook

        Misbakhun juga menyoroti mulai terbangunnya kerangka yang lebih terstruktur dalam pengelolaan investasi jangka panjang, termasuk melalui kehadiran Danantara Indonesia sebagai platform investasi nasional.

        “Kehadiran Danantara memberi sinyal bahwa negara mulai membangun mekanisme yang lebih sistematis untuk menghubungkan kebutuhan industri, pembiayaan, dan minat investor. Ini langkah penting, karena proyek strategis membutuhkan institusi yang mampu mengawal dari perencanaan sampai eksekusi,” katanya.

        Dalam forum tersebut, Danantara Indonesia memaparkan pipeline investasi lintas sektor, mulai dari hilirisasi mineral, energi baru, agrikultur, hingga infrastruktur digital. Bagi Misbakhun, pendekatan ini relevan dengan kebutuhan ekonomi Indonesia saat ini, yakni menjadikan investasi sebagai motor industrialisasi.

        “Presentasi yang disampaikan menunjukkan adanya upaya untuk menempatkan investasi sebagai instrumen transformasi, bukan sekadar pembiayaan proyek. Fokus pada hilirisasi, penguatan industri, dan sektor masa depan adalah langkah yang tepat, selama konsisten dijalankan dan dikawal dengan tata kelola yang kuat,” ujarnya.

        Meski demikian, ia mengingatkan bahwa ekspektasi publik terhadap lembaga penggerak investasi negara sangat tinggi. Profesionalisme, tata kelola, dan capaian nyata akan menjadi ukuran utama.

        “Tantangannya sekarang adalah pembuktian. Bukan hanya desain kebijakan, tetapi realisasi proyek yang berjalan, industri yang tumbuh, dan manfaat yang dirasakan masyarakat. Di situ kredibilitas akan terbentuk,” lanjutnya.

        Ia menilai momentum pasca forum harus dimanfaatkan untuk mempercepat implementasi investasi strategis yang telah dirancang, mencakup hilirisasi mineral, energi baru, agrikultur modern, hingga infrastruktur digital. Dalam konteks tersebut, peran Danantara Indonesia dinilai strategis agar agenda investasi benar-benar berujung pada transformasi ekonomi.

        Baca Juga: Optimis Ekonoomi akan Baik-baik Saja, Prabowo: Indonesia Akan Buat Kejutan

        “Selama diarahkan pada sektor produktif dan dikelola dengan tata kelola yang kuat, peran lembaga seperti Danantara dapat menjadi katalis untuk mempercepat industrialisasi dan memperkuat struktur ekonomi nasional,” ujar Misbakhun.

        Pada akhirnya, ia menegaskan bahwa keberhasilan agenda investasi sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga pembiayaan, dan mitra global.

        Arah pembangunan kini semakin tegas, investasi bukan sekadar target realisasi tahunan, melainkan instrumen transformasi menuju ekonomi berbasis nilai tambah, teknologi, dan produktivitas.

        Momentum ini, menurutnya, harus dijaga melalui konsistensi eksekusi dan disiplin tata kelola agar manfaatnya benar-benar dirasakan luas oleh perekonomian nasional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: