Kredit Foto: Istimewa
Mengajukan KPR sering jadi momen yang menegangkan bagi banyak orang. Meski sudah menyiapkan gaji, pekerjaan, dan tabungan, pengajuan tetap bisa ditolak karena faktor yang tidak terlihat kasat mata.
Banyak calon debitur kaget ketika dokumen lengkap pun bank menolak, padahal mereka merasa semua syarat terpenuhi. Hal ini biasanya terjadi karena penilaian bank tidak hanya melihat penghasilan, tapi juga skor kredit, rasio cicilan, dan stabilitas pekerjaan.
Memahami syarat mengajukan KPR sejak awal bisa menjadi senjata utama agar pengajuan lebih mulus. Dengan persiapan yang tepat, peluang disetujui meningkat dan proses pembelian rumah menjadi lebih cepat.
Selain itu, mengetahui faktor yang sering membuat KPR ditolak juga membantu calon pemohon memperbaiki strategi. Mulai dari dokumen yang harus lengkap, rasio cicilan ideal, hingga perbaikan skor kredit, semua langkah ini berperan penting untuk meningkatkan peluang ACC.
Kenapa Pengajuan KPR Bisa Ditolak?
Pengajuan KPR bisa ditolak meski gaji terlihat mencukupi karena bank menilai lebih dari sekadar angka penghasilan. Penilaian mereka mencakup histori kredit, rasio cicilan terhadap pendapatan, serta stabilitas pekerjaan pemohon.
Selain itu, bank juga mempertimbangkan utang aktif lain, termasuk kartu kredit dan pinjaman paylater, sebagai indikator kemampuan finansial. Bahkan tunggakan kecil yang terlewat bisa menurunkan peluang persetujuan.
1. Bank menilai kemampuan bayar dan risiko kredit
Kemampuan membayar cicilan dihitung dari rasio debt-to-income yang idealnya di bawah 30–35 persen penghasilan bulanan. Risiko kredit dievaluasi melalui skor kredit, catatan keterlambatan, dan histori pengajuan pinjaman sebelumnya, sehingga bank bisa menilai apakah debitur layak dipercaya.
2. Penolakan KPR bukan selalu karena gaji kecil
Gaji tinggi tidak otomatis menjamin KPR disetujui karena faktor lain bisa lebih menentukan, seperti pekerjaan kontrak jangka pendek atau penghasilan yang tidak konsisten. Bank menekankan kelayakan finansial menyeluruh agar cicilan tetap aman bagi pemohon dan bank.
Syarat Pengajuan KPR Secara Umum
Sebelum mengajukan KPR, calon debitur harus memahami persyaratan dasar yang diterapkan hampir semua bank. Kriteria ini meliputi usia, status pekerjaan, pendapatan, dan dokumen identitas.
1. Syarat usia, status pekerjaan, dan masa kerja
Biasanya, usia minimal 21 tahun dan maksimal 55-60 tahun saat kredit lunas menjadi patokan. Pekerjaan tetap atau kontrak minimal satu tahun juga menjadi syarat penting untuk menilai stabilitas penghasilan.
2. Syarat penghasilan dan rasio cicilan ideal
Bank menetapkan rasio cicilan maksimal 30-35% dari total penghasilan bulanan. Rasio ini memastikan pemohon masih mampu memenuhi kebutuhan hidup setelah membayar cicilan KPR.
3. Syarat dokumen identitas dan administrasi
Dokumen wajib meliputi KTP, NPWP, dan buku tabungan atau rekening koran. Dokumen ini digunakan untuk memverifikasi identitas, status pajak, dan sejarah finansial calon debitur.
Dokumen Pengajuan KPR yang Wajib Disiapkan
Persiapan dokumen adalah tahap krusial agar pengajuan berjalan lancar. Setiap kategori pekerjaan memiliki dokumen khusus yang wajib disiapkan agar bank bisa menilai kemampuan membayar.
1. Dokumen untuk karyawan
Karyawan harus melampirkan slip gaji 3-6 bulan terakhir, surat keterangan kerja, dan rekening koran. Hal ini membantu bank menilai kestabilan penghasilan dan kelayakan kredit.
2. Dokumen untuk wiraswasta/freelancer
Wiraswasta atau freelancer perlu menyertakan laporan keuangan usaha atau tax statement dua tahun terakhir. Dokumen ini menunjukkan konsistensi penghasilan dan kelangsungan usaha.
3. Dokumen pasangan (jika joint income)
Jika KPR diajukan bersama pasangan, identitas dan bukti penghasilan pasangan juga harus dilampirkan. Ini membantu bank menghitung total kapasitas finansial rumah tangga.
Syarat Pengajuan KPR yang Paling Sering Bikin Ditolak
Beberapa faktor umum sering menjadi penyebab penolakan meski persyaratan dasar sudah dipenuhi. Mengetahui faktor ini bisa mempermudah persiapan sebelum apply.
1. Skor kredit/SLIK OJK bermasalah
Skor kredit negatif atau catatan default di SLIK OJK sering menjadi penyebab utama penolakan. Bank cenderung menolak pemohon dengan histori kredit bermasalah untuk meminimalkan risiko gagal bayar.
2. Data penghasilan tidak konsisten
Penghasilan yang tidak stabil atau berbeda antara dokumen resmi dan statement rekening dapat menimbulkan keraguan bank. Konsistensi pendapatan menjadi faktor penting dalam evaluasi kelayakan KPR.
3. Terlalu banyak cicilan aktif (paylater/kartu kredit)
Memiliki banyak utang aktif menurunkan skor kelayakan. Bank akan menghitung semua kewajiban debitur untuk memastikan rasio cicilan tidak melebihi batas aman.
4. Uang muka kurang atau sumber dana tidak jelas
Bank ingin melihat bahwa uang muka berasal dari sumber legal dan cukup besar. Umumnya, uang muka minimal 10-20 persen dari harga properti agar pengajuan lebih meyakinkan.
5. Pekerjaan belum stabil atau masa kerja kurang
Pekerjaan yang masih baru atau kontrak jangka pendek dianggap berisiko. Sebagian besar bank mensyaratkan masa kerja minimal satu hingga dua tahun untuk memvalidasi stabilitas finansial.
6. Dokumen tidak lengkap atau tidak valid
Dokumen yang hilang atau tidak sah bisa menunda proses atau menyebabkan pengajuan ditolak. Pastikan semua dokumen identitas, administrasi, dan bukti penghasilan lengkap sebelum mengajukan.
Cara Biar Pengajuan KPR Lebih Cepat Disetujui
Selain memenuhi syarat formal, ada langkah praktis yang bisa meningkatkan peluang persetujuan. Persiapan matang memberi sinyal positif kepada bank bahwa pemohon adalah debitur yang kredibel.
1. Rapikan riwayat kredit sebelum apply
Periksa credit report dan lunasi tunggakan kecil sebelum mengajukan. Skor kredit yang baik akan meningkatkan kepercayaan bank.
2. Kurangi utang konsumtif dan tingkatkan cashflow
Mengurangi kartu kredit, pinjaman paylater, atau utang konsumtif lain membuat rasio cicilan lebih sehat. Cashflow stabil menunjukkan kemampuan membayar cicilan rutin.
3. Siapkan dana cadangan dan biaya tambahan
Selain uang muka, siapkan dana untuk biaya administrasi, asuransi, dan cadangan darurat. Ini menunjukkan kesiapan finansial total dan mengurangi risiko gagal bayar.
4. Ajukan ke bank yang sesuai profil kamu
Pilih bank yang sesuai profil pekerjaan, penghasilan, dan riwayat kredit. Bank yang cocok akan lebih mudah menyetujui pengajuan KPR.
FAQ Penolakan KPR
Berbagai pertanyaan umum muncul ketika pengajuan KPR ditolak. Mengetahui jawabannya membantu persiapan apply ulang.
1. Ditolak sekali apakah bisa ajukan lagi?
Pengajuan KPR bisa diulang setelah mengevaluasi penyebab penolakan. Memperbaiki skor kredit, menambah dana, dan melengkapi dokumen meningkatkan peluang sukses berikutnya.
2. Berapa lama jeda apply ulang yang ideal?
Jeda 3-6 bulan sebelum apply ulang direkomendasikan. Waktu ini memberi kesempatan untuk memperbaiki riwayat kredit, menambah dana, atau melengkapi dokumen yang kurang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: